Kapolda Akui Temukan Penimbun Minyak Tanah Dalam Jumlah Kecil
SORONG- Secara nasional, pasokan Minyak Tanah khususnya ke wilayah Indonesia Timur mulai berkurang. Namun, Pertamina dan BP Migas telah berjanji akan memperbaiki sistem transportasi untuk memenuhi permintaan masyarakat yang setiap tahunnya meningkat.
Kapolda Papua Barat, Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan Ia sudah berkomunikasi dengan Pertamina dan BP Migas, dimana secara nasional pasokan Minyak Tanah berkurang, khususnya wilahah Indonesia Timur.
Namun, Pertamina dan BP Migas telah berjanji akan memperbaiki sistem transportasi dan berbagai hal, agar dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat.
”Memang jumlah kebutuhan Minyak Tanah setiap tahun meningkat, oleh karena itu formula-formula yang mereka temukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sudah kami rapatkan berkali-kali agar terpenuhi kebutuhan ini,”jelasnya.
Menanyakan isu penimbunan Minyak Tanah, Kapolda Papua Barat mengakui kebenaran adanya penimbunan, hanya saja dalam jumlah kecil seperti 100 Liter
kami sudah lakukan operasi di beberapa tempat tertentu, namun tidak kami temukan penimbunan Minyak Tanah dalam jumlah besar.
Memang ada jumlah kecil, yakni di wilayah Manokwari dan Sorong namun sudah kami lakukan penindakan,”ujarnya.
Kapolda Papua Barat mengimbau jika masyarakat mengetahui adanya penimbunan Minyak Tanah dalam jumlah besar, silahkan menghubungi pihak berwajib untuk dilakukan penindakan secara tegas. Sementara terkait penjual enceran minyak tanah yang mencapai Rp 10 ribu per litar, sambung Irjen Daniel hal tersebut merupakan dilema sosial.
”Kami sedang mempertimbangkan secara matang, kalau mereka jual hanya 10 liter, 15 liter dan kita masih melihat ekonomi masyarakat bisa meningkat dan masyarakat bisa hidup. Akan kami pertimbangkan secara aspek sosial. Bisa saja kami tindak semuanya, namun aspek yang lain akan lebih besar lagi,”pungkasnya.(juh)












