SORONG – Dalam rangka menyambut Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) Bandara DEO Sorong telah melakukan berbagai persiapan agar pelayanan di bandara berjalan lancar. Demikian disampaikan PH Kepala Bandara DEO Sorong Warso kepada Radar Sorong kemarin (20/12) sore.
“Bandara DEO sudah ada beberapa kesiapan jauh-jauh hari yang resminya baru kemarin tanggal 19 Desember kita buka secara resmi, yaitu kita lakukan upacara Nataru di halaman kantor Bandara DEO,” ujar Warso yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubag TU Bandara DEO Sorong.
Dikatakan pula bahwa untuk Nataru khususnya angkutan udara pihak Bandara DEO didukung beberapa stakeholder diantaranya Stasiun Meteorologi, KKP, Airnav, kepolisian, TNI. “Kita didukung banyak stakeholder supaya Nataru lebih lancar dan sukses,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa menyongsong Nataru ini maskapai Garuda dan Lion Group mengajukan penambahan penerbangan (extra flight).”Garuda sudah menambah armada, Lion juga sudah menambah slot. Pagi hari jam 05.00 WIT sudah open check in untuk Lion via Makassar. Lion sekarang ada 2 penambahan flight pagi via Makassar. Batik tetap 2 kali, pagi jam 10 an dari Manokwari direct ke Jakarta dan sore jam 4 via Makassar, Sriwijaya masih 1 pesawat saja tidak ada penambahan slot,” jelasnya.
Untuk keamanan Nataru di Bandara DEO disiapsiagakan beberapa personil TNI – Polri. Warso menghimbau kepada masyarakat yang mau mudik atau bepergian jauh-jauh hari sudah membeli tiket jangan mendadak, terutama pada saat peak season. Diprediksi bahwa puncak arus mudik Nataru tanggal 21, 22, 23, 24 Desember.
Sementara itu, saat ditanya mengapa tidak ada penerbangan malam, Warso mengaku bahwa sebenarnya Bandara DEO siap tapi menyesuaikan dengan bandara-bandara lain seperti Jayapura, Kaimana, Fakfak, belum siap.”Kita sifatnya bandara pengumpul dari bandara-bandara lain, dari sini baru diangkut ke Jakarta. Kita juga sudah menawarkan ke airline kalau ada penerbangan malam dari Jakarta ke Sorong kita siap, tapi pihak airline tidak ada yang mengajukan mungkin karena armadanya terbatas,” ujar pria asal Karanganyar Surakarta Jawa Tengah itu.
Diungkapkan bahwa jumlah armada sekarang terbatas, tidak seperti tahun 2019 banyak. Waktu itu pergerakan pesawat di Bandara DEO 80 flight penerbangan sekarang tinggal 50-an flight.
“Kami himbau pengguna fasilitas Bandara DEO demi keamanan dan kenyamanan bagi yang belum divaksin booster agar vaksin booster dulu, kemudian beli tiket jangan mendadak agar tidak terkena harga mahal, dan tidak usah memakai asesoris yang mudah jatuh nanti merepotkan di perjalanan,” himbaunya.
Sementara itu, General Manager (GM) Garuda Indonesia Sorong, Agny Gallus Pratama menjelaskan bahwa, dalam rangka menyambut Nataru Garuda menambah flight, dari yang sebelumnya 7 kali penerbangan seminggu, sekarang 9 kali penerbangan, penambahannya hari Rabu dan Sabtu. Nanti bulan Januari tambah 3 kali penerbangan yakni di hari Senin, Rabu, Sabtu jadi total 10 kali penerbangan dalam seminggu. Semua untuk rute Sorong-Jakarta, Jakarta-Sorong.
“Sekarang bookingan di bulan Desember di angka 75-85%, tapi nanti realisasinya di atas 95%. Kami himbau yang mau melakukan perjalanan bisa segera booking tiket, kalau bokingnya mendadak bisa tidak dapat tiket karena sering full. Semenjak transit crew migas yang dari Ambon pindah ke Sorong hampir semua penerbangan sering full. Harga tiket sekarang masih normal, belum ada kenaikan harga yang signifikan pada peakseason Nataru ini,” terang pria muda asli Magelang Jawa Tengah itu.(akh)















