SORONG – Menjadi Universitas ke-45, Universitas Terbuka(UT) menawarkan pengalaman berkuliah yang fleksibel dengan mengandalkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Roman Hadi Saputro Ss. Mip. Selaku Dosen ilmu pemerintahan dan Manager BBLBA Universitas Terbuka(UT) Sorong mengatakan pada presentasinya diaula samusiret bahwa Universitas Terbuka(UT) merupakan universitas yang fleksibel dalam artian para mahasiswa/i dapat mengakses perkuliahan yang diambil dimana saja dan kapan saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu.
Dengan mengandalkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Terbuka(UT) menyediakan pembelajaran jarak jauh yang lebih fleksibel dari universitas lainnya. “Jadi bebas memilih skema layanan dan kegiatan.” Ujar Roman dalam presentasinya di aula samusiret. Selain itu, Roman juga mengatakan bahwa pada skema layanan dan kegiatan belajar , mahasiswa/i dapat menentukan pada mata pelajaran apa dan kapan mahasiswa/i ingin bertemu langsung dengan Dosen dan pada mata pelajaran apa dan kapan mahasiswa/i ingin melakukan pembelajaran secara online.
Universitas Terbuka memiliki cara untuk mengakses akun mahasiswa/i yang lebih mudah sehingga meminimalisir adanya batasan ruang, waktu, dan tempat. Hal ini tentunya memberikan kebebasan bagi mahasiswa/i untuk belajar dan melakukan kegiatan perkuliahan dimana saja dan kapan saja. “Kita sekarang ini setiap bangun tidur pasti ada liat gadget, nah nanti kalo misalnya teman-teman kuliah di UT itu teman-teman bisa baru bangun tidur aja kita bisa ikut belajar, tanpa harus misalnya datang kemana, jam berapa, itukan gak harus, jadi temen-temen mau tidurpun masih bisa melihat aaaa kuliah” ujar Roman.
Selain itu, Universitas Terbuka(UT) juga memberikan kemudahan bagi para mahasiswa/i yang ingin atau terpaksa berpindah daerah ke daerah lain. “Misalnya pindah ke Surabaya atau makassar terus kuliah saya gimana? Masih bisa dilanjutkan” ujar Roman. Roman juga mengatakan bahwa jika ingin melanjutkan perkuliahan di Universitas Terbuka didaerah lain tidak perlu mengulang dari semester 1 atau semester awal, mahasiswa/i hanya perlu menyebutkan nomor mahasiswanya maka akan langsung otomatis melanjutkan progress kuliah sebelumnya.
Sebagai Univeraitas yang menerapkan sistem belajar online sejak awal berdiri, Universitas Terbuka(UT) sudah tidak kaget lagi dengan sistem pembelajaran jarak jauh atau online yang diterapkan pemerintah ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini yang menyebabkan Universtas Terbuka(UT) menjadi universitas yang lebih maju dibidang pembelajaran jarak jauh atau yang sering kita sebut dengan Daring atau Online.
Bagaimana Biaya Pendaftaran Dan Jalur Pendaftaran Di Universitas Terbuka(UT)?
“Jadi UT itu sama sekali tidak ada yang Namanya uang Gedung, jadi teman-teman tidak akan dibebankan uang Gedung tidak ada di UT, dan biaya pendaftaran hanya serratus ribu saja” Ujar Roman. Biaya yang harus dibayarkan pada mahasiswa/i hanya biaya per semester saja. Adapun biaya Pendidikan yang harus dibayarkan jika mengikuti skema layanan sistem paket semester (SIPASI) berkisar Rp. 1.150.000 sampai dengan Rp. 3.400.000, sedangkan biaya yang harus dibayarkan jika mengikuti skema non-SIPASI (per sks) berkisar Rp. 35.000 sampai dengan Rp. 80.000.
Universitas Terbuka (UT) menawarkan 2 jalur utama pendaftaran yaitu Jalur masuk tanpa tes dan Jalur Program Beasiswa. Jalur masuk tanpa tes bisa langsung diakses secara online melalui website resmi Universitas Terbuka(UT) di www.sia.ut.ac.id dan secara langsung pada Sentra Layanan UT (Salut) atau Kantor UPBJJ UT terdekat. Untuk biaya pendaftaran dapat langsung dilakukan via transfer melalui Tokopedia, BRI, BNI, atau atm Khusus yang disiapkan di kantor tempat pendaftaran Universitas Terbuka(UT). Pada jalur beasiswa khusus, Universitas terbuka menawarkan 3 beasiswa yang bisa digunakan, yaitu jalur CS ART, SNPTN, dan KIP (Kartu Indonesia Pintar).
Universitas Terbuka (UT) menawarkan berbagai jalur masuk dengan berbagai keuntungan yang berbeda-beda dan dengan biaya pengeluaran yang berbeda-beda. Hal ini membuat calon mahsiswa/i mendapatkan banyak cara dan jalur untuk masuk ke Universitas Terbuka (UT). Hal ini juga dapat memudahkan para calon mahsiswa/i untuk mengejar mimpinya di Universitas Terbuka (UT) diberbagai daerah. (*)
(*Bintang Tabitha Syahrani, SMAS Averos, Juara III Lomba Jurnalistik Tingkat SMA/SMK/MA yang Dilaksanakan Radar Sorong bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) Sorong.















