MANOKWARI – Hasil rapat koordinasi bersama komisi pemilihan umum (KPU) Manokwari, data penduduk pemilih potensial di Manokwari sebanyak 138 ribu.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Manokwari, Rustam Efendi mengatakan dari data tersebut yang telah melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 122 ribu jiwa.
“Masih ada sekitar 17-18 ribu jiwa yang belum lakukan perekaman KTP elektronik. Ini yang musti kita kejar,” ujarnya, Rabu (1/3).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi langsung ke Bupati Manokwari, Hermus Indou agar ada anggaran ke Dukcapil untuk jemput bola.
“Kalau ada anggarannya kita akan lakukan jemput bola baik di sekolah hingga distrik-distrik,” jelasnya.
Ia menyebutkan hingga kini, jumlah penduduk Manokwari sebanyak 200.785 jiwa. Pengejaran yang dilakukan Dukcapil Manokwari agar semua penduduk pemilih potensial terdata.
“Pantarlih dari KPU sudah turun ke setiap rumah untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Sehingga pada saat pemilihan nanti sesuai dengan tempat tinggal,” sebutnya.
Ia menuturkan banyak penduduk Manokwari yang tinggal tidak sesuai dengan alamat KTP. Oleh karena itu, Ia meminta agar masyarakat untuk segera melakukan perubahan data administrasi kependudukan.
“Misalnya tinggal di Reremi Puncak namun alamat KTP masih di Wosi maka tidak akan terdata di Reremi Puncak. Hal tersebut agar tidak ada data ganda,” katanya mencontohkan.
Upaya Dukcapil Manokwari agar setiap warga negara memiliki hak pilih dan tidak kehilangan hak pilihnya pada pemilu 2024 mendatang. (bw)













