MANOKWARI – Inflasi tahunan Manokwari yang mendekati 7 persen yakni sebesar 6,83 persen mendapat peringatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat.
Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia mengatakan inflasi tahunan Manokwari berada di peringkat 2 di Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua).
“Ini perlu kita waspadai inflasi tahunan yang terjadi di Manokwari yang cukup tinggi,” ujarnya, Rabu (1/3).
Ia menuturkan bahwa terdapat lima komoditas penyumbang inflasi tahunan di Manokwari antara lain tarif angkutan udara sebesar 1,8826 persen, BBM sebesar 0,6132 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,4818 persen, kue kering sebesar 0,2802 persen dan tomat sebesar 0,2611 persen.
Selain itu, untuk inflasi bulanan Manokwari mengalami deflasi sebesar 0,73 persen dari Januari ke Februari 2023.
“Yang mempengaruhi deflasi bulanan yakni makan, minum dan perawatan pribadi,” kata Maritje.
Ia menyebut bahwa perlu adanya peran serta pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi tahunan.
“Pemerintah daerah harus cepat turun tangan karena inflasi tahunan Manokwari cukup tinggi dan peroleh sinyal peringatan,” sebutnya. (bw)













