SORONG – Bupati Asmat 2 periode Elisa Kambu, S.Sos yang kini maju sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Papua Barat Daya menegaskan bahwa kehadiran Provinsi Papua Barat adalah hasil perjuangan semua warga negara yang ada di Tanah Papua Barat Daya.
Karena itu menurutnya, jangan ada yang mengklaim kalau dia orang penting dibalik perjuangan Provinsi. “Penggali pasir, penjual di pasar , para pejabat anak-anak Papua semua berjuang untuk Papua Barat Daya. Jadi tidak satu orang yang berjuang untuk Papua Barat Daya. Catat Itu !. Supaya jangan ada pembodohan untuk rakyat. Provinsi Papua Barat Daya ini perjuangan kita semua, teman-teman media juga punya peran yang mendorong hadirnya Papua Barat Daya. Itu sebabnya tidak boleh ada yang klaim diantara kita,”ujar Elisa Kambu kepada media usai mendaftar di 4 parpol yakni Partai Hanura, PKB, Perindo dan PDIP, Sabtu (27/4)
Lanjut dikatakan, Provinsi Papua Barat Daya merupakan rumah besar kita yang harus diurus dengan baik secara bersama-sama. Siapa pun yang mau maju sebagai calon gubernur, mari manfaatkan kesempatan ini, semua bisa berjuang, tapi yang nanti adalah mereka yang mendapatkan rekomendasi partai baru memenuhi persyaratan untuk mengusung,”ujarnya.
Terkait siapa calon 02 yang akan digandeng dalam Pilgub November mendatang, Elisa Kambu mengatakan tidak akan menentukan sendiri sesuai pilihannya, melainkan akan melibatkan partai pengusung untuk memberikan masukan, siapa yang layak digandengan jadi 02.

“Jadi pertama kita sama-sama sepakat dulu. Untuk provinsi, gubernur dan wagub ini sudah dikunci dengan UU Otsus bagi Provinsi Papua. Saya datang mendaftar baru sendiri, saya punya niat adalah kalau diantara partai ini ada yang bisa bergabung dengan saya atau memberikan dukungan kepada saya, baru saya akan mengajak mereka untuk kita bicara sama-sama. Kalau saya bawa sendiri, itu namanya ego, jadi saya harus ajak teman-teman yang kerjasama ini sama-sama, berdskusi sama-sama, memberikan pertimbangan,”jelas Elisa Kambu.
Soal apakah pasangan yang digandeng dari kalangan parpol, tokoh masyarakat, ASN, pengusaha, terbuka semua, yang penting kata Elisa Kambu, 02 yang akan digandeng harus siap mendedikasikan dirinya untuk rakyat, siap untuk melayani rakyat, siap untuk bekerja dan siap untuk diganggu setiap saat. Kalau itu ada, kita akan perhatikan itu,”ujar Elisa Kambu.
Yang pasti saat mendaftar di DPW PKB Papua Barat Daya, Elisa Kambu mengatakan datang dengan mendaftar sendiri, belum dengan pasangannya. “Saya datang seorang diri, saya belum ada teman, Saya datang silaturahmi , kalau Tuhan menginjinkan kita tingkatkan dalam pembahasan lebih lanjut, dalam kerjasama nanti kita teman-teman untuk kita bicara sama-sama, karena tidak boleh saya egois untuk menentukan pilihan sendiri,”tandas Elisa Kambu.
Ditegaskan bahwa beberapa waktu lalu, Ia sudah menyampaikan bahwa persyaratan calon wakil gubernur adalah warga muslim, itu sudah tekat saya, ini yang mau kita diskusikan sama-sama partai, cukup kita diskusian dengan pengurus, dengan dewan syuro dengan tokoh masyarakat, tokoh agama yang lain untuk memutuskan yang terbaik,”ujar Elisa Kambu seraya mengatakan Ia yakin cepat atau lambat, pada waktunya Tuhan akan memberikan yang terbaik baginya.
Sementara, Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Abdullah Gazam mendoakan agar Bacalon gubernur Papua Barat Daya cepat bertemu “jodohnya”
“Kalau hari ini beliau (Elisa Kambu) datang dengan fotonya hanya satu, beliau masih jomblo, kita doakan, mudah-mudahan beliau cepat dapat jodoh. Kalau jodoh aslinya sudah ada, tapi ini cari 02 yang lain,”ujar Abdullah Gazam seraya melirik ke istri tercinta Elisa Kambu yang tampak senyum-senyum.
Gazam berharap Elisa Kambu nantinya mendapatkan pasangan 02 yang terbaik, sesuai ketentuan yang berlaku.”Karena sama-sama kita sadar bahwa kalau di Pilgub sudah jadi ketentuan ada Perdasusnya, turunan dari UU Otsus, dibawahnya ada Perdasus dan di tingkat provinsi, sudah ada gubernur, wakil gubernur harus orang asli Papua (OAP), dalam arti OAP itu mekanisme dan pengaturannya, kita tidak berwenang bicara itu karena ada lembaga kultur yang berhak dan berkompeten soal keaslian OAP, oleh karena itu kita serahkan mekanisme itu kepada MRP (Majeis Rakyat Papua) nanti MRP berwenang mengatur itu semua,”tandas Abdullah Gazam.
Sementara itu, Elisa Kambu yang ditanya media terkait rumor kalau dirinya juga maju sebagai bakal calon gubernur di Provinsi Papua Selatan, dikatakan bahwa PDIP memang melist namanya di dua provinsi yakni Papua Barat Daya dan Papua Selatan. “Saya sudah datang mendaftar ini menunjukkan saya sudah siap 100 Ribu persen untuk Papua Barat Daya,”tegasnya. “Memang saya punya nama listnya ada dua, di Papua Selatan juga saya daftar tapi kosentrasi saya di Papua Barat Daya,”imbuh Elisa Kambu. (ros)













