
SORONG-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi melaunching lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (27/4) malam di Gedung LJ Kantor Wali Kota Sorong.
“Mulai hari ini logo daerah yang baru saja kita launching, saya nyatakan resmi sebagai Lambang Daerah Provinsi Papua Barat Daya, untuk dipergunakan sesuai peruntukannya berdasarkan peraturan Gubernur Papua Barat Daya nomor 11 tahun 2023,” tegas Pj Gubernur Papua Barat Daya, Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si usai menerima Pataka Lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang yang telah memberikan sumbangsih ide, yang dituangkan melalui desain logo lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Dijelaskan, Pj Gubernur bahwa Berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 77 tahun 2007 tentang lambang daerah, bahwa lambang daerah adalah panji kebesaran. Dan simbol kultural bagi masyarakat daerah yang mencerminkan kekhasan daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta untuk kelancaran kegiatan administrasi pemerintahan maka perlu dibuat logo daerah.
“Sehubungan dengan itu telah ditetapkan peraturan gubernur nomor 11 tahun 2023 tentang lambang daerah. Maka pada kesempatan yang baik ini, kita dapat melaunching lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, sebagai tanda identitas daerah dalam NKRI yang menggambarkan kultural adat istiadat di wilayah Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.
“Serta potensi daerah dan harapan masyarakat yang melukiskan semboyan semangat, untuk mewujudkan percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Dikatakan Musa’ad, Lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya merupakan hasil ide dan kreativitas dari para peserta yang berasal dari seluruh nusantara.
“Animo peserta sayembara sangat besar, tentunya kita dapat berbangga dari seluruh desain yang masuk dalam tahap seleksi. Kemudian terdapat 5 desain yang masuk dalam tahap pemilihan pemenang yang ditetapkan berdasarkan penilaian dewan juri sesuai dengan kriteria penilaian,” ujarnya.
“Dan lambang daerah yang kita miliki saat ini merupakan hasil dari kolaborasi dan modifikasi dari kelima desain tersebut, sehingga terciptalah lambang daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” kata Musa’ad.
Pj Gubernur juga menegaskan bahwa Para pemenang sayembara ini merupakan putra – putra terbaik Orang Asli Papua yang mana dapat menunjukan bahwa sumber daya manusia Orang Asli Papua dapat bersaing. Dan berkompetisi secara nasional hal seperti ini yang perlu ditingkatkan agar terwujudnya sdm unggul di tanah Papua terkhususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
“Lambang daerah yang dilaunching pada hari ini juga dapat digunakan secara resmi pada bangunan resmi pemerintah daerah, gapura, tanda batas antar Provinsi, kop surat, stempel perangkat daerah, lencana atau gambar serta atribut dan kelengkapan pakaian dinas dan pakaian lain,” ujarnya.
Dari pantauan Radar Sorong, Pj Gubernur Papua Barat Daya juga menyerahkan Lambang Daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kepada kepala daerah bawahan Pemprov PBD.

Sementara itu, Pemenang Juara l, Marthen Iek, kepada media mengaku merasa bangga dan bahagia menjadi juara 1 karena dapat bersaing dengan ratusan peserta yang mengikuti.

“Merasa bangga itu pasti ya, merasa senang juga. Kita sama-sama tadi mengikuti dalam laporan panitia ada 418 peserta yang masuk dalam nominasi seleksi. Tapi yang mendaftar ada 938 orang. Lalu dari sekian itu sampai masuk nominasi 5 besar itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dan teristimewa bagi saya,” katanya.
“Dan ini bukan kali pertama juara 1, saya sudah pernah menang lomba sayembara lambang daerah pemerintah Kabupaten Maybrat. Nah kali ini mungkin proses desainnya agak sedikit berubah, berbeda. Karena dulu waktu Kabupaten Maybrat itu saya gambar dengan tangan saja pakai pensil dan pakai cat air. Tapi sekarang lebih mudah, saya bekerja sama dengan teman. Saya yang punya ide dan teman yang desain,” ungkapnya.
Menurutnya, hadiah juara 1 sebesar Rp75 juta, bukanlah tujuan utama atau tidak terlalu penting tapi yang utama baginya, adalah nama besar.
“Lambang ini bisa hidup sampai dunia ini habis, nah itu yang menjadi tujuan utama. Kalau hadiah ini mungkin kita bisa pakai dalam satu minggu atau dua minggu sudah habis. Itu tidak menjadi ukuran,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut selain para bupati/wali kota, dan unsur forkopimda, se- Papua Barat Daya, nampak hadir juga mantan Ketua Tim Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya yang pernah menjabat Wali Kota Sorong 2 Periode (2012-2017/2017-2022), Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM didampingi istrinya yang juga menjabat sebagai Ketua DPR Kota Sorong, Petronela Kambuaya,S.Pd.M.Pd.

“Sebagai warga masyarakat Papua Barat Daya harus bersyukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada bapak Pj Gubernur untuk provinsi yang terakhir yaitu provinsi yang ke-38. Lambang ini bukan sekedar hari ini atau besok saja, tapi sepanjang bumi ini ada dan provinsinya ada. Saya mohon supaya pejabat yang ada bergandengan tangan untuk membantu beliau, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang ada di provinsi yang kita banggakan ini,” tegasnya.(zia)
















