Luka Bakar 90 %, Korban Meninggal , 2 Warga Ikut Terbakar
SORONG- Karena jalan lalu lalang di sekitar TKP (tempat kejadian perkara), seorang wanita paruh baya inisial E (40) dicurigai sebagai penculik anak. Kecurigaan ini akhirnya membuat warga “menginterogasi” wanita tersebut hingga akhirnya Ia dibakar massa di depan Kompleks Kokoda, samping jalan Basuki Rahmat Km 8, Kota Sorong. Selasa (24/1).
Korban berinisial E (40) tersebut diduga mengalami keterbelakangan mental (gagguan jiwa). Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sorong, massa menduga wanita tersebut sebagai penculik anak hanya karena korban berlalu-lalang tanpa melakukan apapun.
Selain korban, dua warga lainnya juga dilarikan ke rumah sakit Sele Be Solu untuk mendapatkan pertolongan sebab mengalami luka bakar akibat menolong korban. Setelah mendapatkan pertolongan, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.50 WIT akibat 90 persen luka bakar yang dialaminya.
Salah seorang saksi, menjelaskan massa menduga korban adalah pelaku pencuri anak sehingga menangkap korban dan menghajarnya hingga babak belur dan kemudian dibakar.
“Korban hanya jalan biasa saja, tidak melakukan apapun. Tapi massa melihat korban dan mengatakan ini sudah yang biasa culik-culik anak. Lalu massa tangkap dan memukul serta membakar korban,”ungkapnya.
Diakui Saksi, ia mengetahui kejadian sekitar pukul 06.00 WIT, dirinya bersama anggota sempat mengamankan korban, namun karena massa dalam jumlah banyak dan iapun terkena siraman bensin, sehingga dirinya mundur.
Kapolsek Sorong Timur, Kompol Jendry Denny Sairlela, S.Ik.,MM menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat, korban hanya berlalu lalang tanpa melakukan apapun. Namun, karena viralnya kasus penculikan anak sehingga masyarakat melakukan aksi pembakaran.
“Kami mendapatkan laporan ada masyarakat yang di amankan. Sesampainya anggota di TKP, masyarakat sampaikan ada kejadian penculikan anak,”jelasnya kepada awak media.

Sesampainya di TKP, anggota Polsek Sorong Timur sudah mengamankan dan akan membawa korban ke Polsek. Namun, massa masih mengerumuni korban, dan salah seorang dari massa menyiram korban dengan bensi dan langsung membakar korban. Sementara 4 anggota yang berada di TKP tidak bisa bertindak, karena diancam akan dibakar.
Hingga saat ini pihak Polsek Sorong Timur masih melakukan penyelidikan terkait massa yang melakukan pembakaran.
Sementara kasus tersebut sudah dalam penanganan Polres Sorong Kota.
“Kami masih menerima banyak informasi, jadi masih kami selidiki dulu, dan periksa saksi-saksi dulu terkait identitas korban,”ujarnya
Dikatakan Kapolsek korban meninggal dunia ketika sudah ditangani pihak medis sekitar pukul 08.50 WIT dengan 90 persen luka bakar. Terkait isu korban mengalami gangguan kejiwaan, Kapolsek mengatakan segalanya masih dalam proses penyelidikan
“Kami juga belum tahu apakah korban ini adalah wanita yang pernah diamankan di Jembatan puri atau tidak, masih dalam penyelidikan karena korban dalam kondisi terbakar,”ungkapnya.
Melihat kejadian ini, Kapolsek Sorong Timur tegaskan hingga saat ini belum ada laporan penculikan anak yang polisi terima. Oleh sebab itu, diimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu tersebut.
“Kalau ada informasi penculikan anak, tolong infokan ke kami pihak kepolisian, jangan main hakim sendiri dan merugikan diri sendiri serta menimbulkan masalah baru,”pungkasnya.(juh).













