Golkar Bakal Soroti Masalah Papua ke Calon Panglima TNI
JAKARTA – Hari ini calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan mengikuti fit dan proper test (uji kepatutan dan kelayakan) di Komisi I DPR. Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Dave Laksono mengatakan seluruh isu penting untuk ditanyakan. “Semua isu ada kepentingannya masing-masing,” kata Dave seperti dikutip dari detikcom, Jumat (2/12).
Dave mengatakan terdapat beberapa hal yang akan ditanyakan pada Yudo Margono. Salah satu yang akan ditanyakan yaitu terkait situasi Papua hingga mitigasi ancaman baik dalam dan luar negeri. “Isu-isu terkini, situasi dan kondisi di Papua, peremajaan alutsista, peningkatan disiplin anggota. Mitigasi segala macam ancaman, baik dalam dan luar negeri,” tuturnya.
Untuk diketahui, calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR. Rapat tersebut bersifat pemberian persetujuan terhadap Yudo sebagai calon panglima TNI usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Pembahasan pemberian persetujuan terhadap calon panglima TNI. Dijadwalkan 13.30 WIB di Komisi I DPR,” kata anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi kepada wartawan, Kamis (1/12).
Arwani Thomafi menyebut Komisi I DPR akan memverifikasicalon panglima TNIatas nama Laksamana Yudo Margono sebelum menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) penyampaian visi misi Yudo Margono, yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Laut TNI. Setelah itu, anggota DPR dipersilakan memberi pertanyaan kepadacalon panglima TNIYudo Margono. Terakhir, Komisi I DPR akan mengambil keputusan atas uji kepatutan dan kelayakan Yudo.
Diminta Realistis karena Jabatan Panglima TNI Bakal Singkat
Fraksi Partai Demokrat menilai standar panglima dalam uji kepatutan dan kelayakan ini akan sedikit naik. “TNI statusnya atau panglima TNI semenjak dipimpin sama Pak Andika itu high profile, semua mata menuju ke TNI. Nah tentu ini naikin standar sedikit dalam fit and proper test calon pimpinan panglima TNI yang selanjutnya Pak Yudo Margono,” ujar anggota Komisi I DPR Fraksi Demokrat, Rizki Aulia Rahman Natakusumah.
Rizki mengatakan nantinya masa jabatan Yudo sebagai Panglima TNI akan berlangsung singkat. Menurut Rizki, hal ini membuat Yudo perlu memiliki dan memaparkan visi misi yang konkret dan realistis. “Tapi di sisi lain kita ingin dengar visi misi yang realistis karena jangka kepemimpinan ini singkat, kemarin Pak Andika satu tahun, nah Pak Yudo juga kurang lebih sama. Ini jabatan satu tahun harus jelas yang bisa dipaparkan terkait visi dan misinya nanti, dalam satu tahun ke depan kontribusinya akan seperti apa,” tuturnya.
Rizki mengatakan terdapat beberapa hal yang akan ditanyakan, diantaranya isu Papua hingga masalah oknum TNI yang terjerat hukum. Rizki menilai saat menjabat sebagai Panglima TNI maka Yudo Margono harus dapat mengkoordinasikan berbagai isu dengan baik. “Dalam pemibibitan ataupun pembangunan pondasi TNI ke depan, apa yang bisa lakukan, apakah terkait isu Papua, karena beliau sekarang di angkatan laut, ketika menjabat sebagai panglima TNI harus bisa mengkoordinator ini semua dengan baik,” ujar Rizki. “Apakah isu masih banyaknya oknum-oknum TNI yang terjerat masalah hukum merusak citra TNI. Ini salah satu isu-isu yang harus bisa dijawab,” sambungnya.
Rizki menilai terpilihnya Yudo sebagai calon panglima TNI membuktikan tidak adanya matra yang mendominasi dalam TNI. Terlebih menurut Rizki, Yudo merupakan sosok pemimpin yang dekat dengan prajurit. “Pak Yudo sendiri kita sudah liat bahwa sudah hidup asam garam semua sudah paham soal kehidupan sebagai prajurit. Saya melihat pakai mata kepala saya sendiri bahwa beliau ini pemimpin yang sangat dekat dengan prajurit-prajuritnya. Tentu kita harapkan ini sebagai contoh yang baik dan bisa tetap melaksanakan seketika beliau duduk menjadi panglima TNI,” ujarnya. (dwia/dnu/detikcom)
















