KENDARI – Ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII di Kendari Sabtu (18/10) akan ditutup di Arena MTQ Kendari. Untuk babak final kafilah Kalimantan Timur mengirimkan wakil terbanyak, yakni 15 finalis atau hanya satu peserta yang tidak masuk final.
DKI Jakarta menjadi daerah kedua yang mengirimkan finalis. Jakarta menempatkan 13 orang ke final atau hanya tiga peserta yang gagal ke final.
Sumatera Selatan menjadi kontingen yang mengirim peserta ke final terbanyak ketiga dengan enam finalis. Jawa Barat dengan lima finalis berada di posisi keempat.
Untuk Jawa Timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Selatan masing-masing kirim empat finalis. Riau dan tuan rumah Sulawesi Tenggara menempatkan tiga orang finalisnya. Nusa Tenggara Barat kali ini menempatkan dua finalis. Sumatera Barat, Banten dan Bangka Belitung masing-masing satu finalis.
Sedangkan Sulawesi Selatan yang selama ini di kawasan Indonesia Timur selalu meloloskan wakilnya di final, dalam iven STQH Nasional XXVIII di Kendari tanpa wakil atau nihil. Begitu juga Jawa Tengah, Aceh Lampung, Yogyakarta, Papua, Papua Barat Daya dan daerah lainnya.
Partai final tilawah digelar di Arena MTQ selama dua malam. Siapa yang akan meraih juara umum dalam iven STQH di Kendari akan diumumkan nanti malam sekaligus malam penutupan.
Kafilah dari Papua Barat Daya yang juga pernah menjadi dewan hakim nasional H. Umar Gading, SPd merasa heran dengan apa yang diraih kontingen Sulawesi Selatan yang tanpa wakil di final. ”Kita heran Sulsel tidak ada yang maju ke final,” ujar Umar sambil sarapan.
Menurut Umar daerah lain lakukan pembinaan jangka panjang. Bahkan ada pendamping dari daerah lain yang tanya pada dirinya PBD bikin pelatihan berapa.lama? ”Ada yang tanya PBD berapa lama bikin pelatihan? Saya bilang hanya latihan biasa dan mendatangkan pelatih nasional selama dua hari saja. Mereka kaget dikira kita dibina dalam waktu lama,” terangnya.(pon)










