AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong melakukan penandatanganan bersama dengan Cendekiawan Perempuan Papua (CPP), Sabtu (19/11) dalam rangka Pesona Indonesia Expo Tanah Papua tahun 2023 mendatang. CPP sendiri diberi tanggung jawab langsung oleh Pelita MICE untuk melaksanakan tersebut dengan berpusat di Gegubg Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong.
Ketua Umum CPP, dr. Rosaline Rumaseuw, M.Kes mengatakan, event ini merupakan yang pertama kalinya di tanah Papua. Dimana selama ini dalam giat serupa, Lapua dan Maluku delalu bergabung dengan wilayah Sulawesi.
Pesona Indonesia Expo Tanah Papua untuk pertama kalinya akan dipusatkan di Kabupaten Sorong. Alasannya selain karena wakil ketua panitianya ada di Kabupaten Sorong disamping itu kami juga memiliki orientasi untuk memperkenalkan Raja Ampat.
“Hal itu akan diperkenalkan lewat beberapa acara seperti lomba parade busana batik, lomba tarian tradisional dan lomba fashionshow internasional yang akan diikuti oleh perwakilan model dari 10 negara,” ungkap dr. Rosaline.
Dalam rangka pemulihan ekonomi akibat Pandemi COVID-19, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno agar para pelaku UMKM dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Beliau sangat antusias dan support. Bahkan rencananya beliau sendiri yang nantinya akan membuka kegiatan Pesona Indonesia Expo Tanah Papua. Kemudian di hari terakhir kegiatan nanti akan ditutup oleh Menteri BUMN dan Perdagangan,” beber Rosaline.
Ada sedikitnya 150 pengusaha yang juga bakal digandeng untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Yang paling menarik adalah Kabupaten Sorong saat ini telah menjadi Provinsi Papua Barat Daya sehingga diharapkan para pengusaha tersebut akan memiliki ketertarikanku untuk nantinya berinvestasi di Kabupaten Sorong.
“Banyak pengusaha luar biasa dengan ide dan pandangan yang menarik seperti pemilik transtudio dan transmart, Lippo Group dan perusahaan besar lainnya,” lanjutnya.
UMKM yang akan mengambil booth bukan saja dari Papua Barat melainkan juga dari Papua, bahkan dari pulau lain. Beberapa brand ternama yang akan mengisi booth UMKM antara lain brand Guest, Zara, Adidas, Converse dan masih banyak lagi.
Dimulai dari Kabupaten Sorong, Pesona Indonesia Expo tanah Papua ini nantinya akan digelar setiap tahun dan akan berpindah ke kota/kabupaten lain yang tersebar di tanah Papua. Sehingga melalui kegiatan tersebut, ke depannya diharapkan para investor bisa hadir untuk menilik peluang usaha di tanah Papua.
“Kami ingin menyampaikan bahwa tanah Papua sangat aman dan potensial untuk kegiatan investasi. Sehingga melalui kegiatan tersebut para pengusaha besar dapat datang berbondong-bondong untuk melihat peluang investasi di sini,” harapnya.
Kegiatan ini awalnya direncanakan pada tanggal 2-7 Desember tahun 2022. Namun sesuai permintaan pj Bupati Sorong kegiatan tersebut diminta untuk reschedule dan dilaksanakan pada 31 Maret hingga 4 April 2023 mendatang agar tidak terbentur dengan minggu advent jelang hari Raya Natal.
Oleh karenanya hari ini dilakukan penandatanganan pakta integritas yang menerangkan bahwa Kabupaten Sorong aman untuk kegiatan Pesona Indonesia Expo Tanah Papua. Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) juga melaksanakan MOU dengan Pemerintah Kabupaten Sorong sebagai komitmen bahwa kegiatan tersebut akan tetap terlaksana tahun depan.
“Penandatanganan pakta integritas dan MOU ini adalah bukti agar kami juga bisa memberikan penjelasan kepada para investor. Bahwa kegiatan ini hanya diundur, bukan batal,” tukas Rosaline.
Tentu saja yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini adalah seluruh organisasi wanita termasuk PKK, Dekranasda, GOW, dan lain-lain.
Pj Ketua PKK Kabupaten Sorong, Anie Moso, SH, MH Mengatakan pihaknya sangat menyambut keguatan Pesona Indonesia Expo Tanah Papua di Kabuoaten Sorong. Di mana perhelatan akbar tersebut akan menjadikan Kabupaten Sorong sebagai tuan rumahnya.
Anie Moso yang saat ini juga merangkap jabatan sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Sorong berharap, kegiatan tersebut akan dihadiri para pelaku UMKM maupun pengusaha besar dari dalam maupun luar daerah. Sehingga para pelaku UMKM juga dapat saling bertukar pengalaman serta mendapatkan feedback positif.
“Tentu secara tidak langsung akan terjadi peningkatan kapasitas bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam wadah organisasi wanita di Kabupaten Sorong dan kita bisa bersinergi membangun kemitraan dan menggairahkan perekonomian di Kabupaten Sorong,” imbuh Anie Moso. (ayu)












