SORONG-Peralatan perekamakan dan percetakan e-KTP terbatas, sehingga program jemput bola, yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sorong untuk menuntaskan 80.554 jiwa yang sampai saat ini belum memiliki e-KTP, dinilai tidak optimal.
Hal tersebut dikatakan Kadisdukcapil Kota Sorong Onesimus Assem S.Sos.MBA kepada Radar Sorong, Senin (27/2) ketika ditemui di Ruang Kerjanya.
“Kami telah melakukan rapat koordinasi dengan bapak Pj wali Kota Sorong dengan tingkat lurah dan disrik. Telah kita sepakati bersama bahwa kami turun dalam rangka program Jemput Bola, ini tujuannya untuk menuntaskan 80.554 jiwa yang sampai saat ini belum memiliki e-KTP dan KTP Digital. Namun peralatan untuk support program tersebut belum juga ada,” katanya.

Menurutnya bahwa Jemput Bola e-KTP jika hanya bermodalkan alat perekaman dan alat percetakan hanya satu, maka target untuk menuntaskan 80.554 jiwa akan terkendala dengan waktu target penyelesaian. Sehingga keterbatasan peralatan sangat mempengaruhi progam jemput bola tersebut.
“Kami memulai jadwal yang pertama yaitu di Distrik Sorong Kota pada tanggal 25 Februari hari Sabtu di Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Klasuur. Jadwalnya hanya setiap hari Sabtu. Kenapa hanya satu hari? Karena peralatan terbatas. Kita di kantor Capil mulai pelayanan Senin-Jumat hanya dengan satu peralatan tersebut. Sehingga nanti di hari Sabtu baru kita jemput bola di distrik dan lurah. Jadi kita berbagi, sebenarnya ini tidak optimal. Kalau peralatan memadai, kan kita bisa tuntaskan 80 ribuan warga tersebut secepatnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa memang Pemerintah Kota Sorong telah memberikan bantuan 2 alat perekaman, 2 alat percetakan dan 1 server. Namun, hingga saat ini bantuan tersebut belum tiba atau belum ada.
“Itu alat baru yang ditambahkan oleh Pemkot. Kalau sudah ada, maka kita akan maraton jemput bola dari Senin sampai Jumat. Bahkan dari jam 8 pagi hingga jam 12 malam. Tapi karena sampai saat ini belum ada, dan hanya satu. Jadi agak repot, karena peralatan terbatas,” ujarnya.
Onesimus juga mengimbau kepada distrik dan lurah agar bekerjasama untuk segera menyampaikan surat yang telah diberikan kepada distrik dan lurah untuk warga yang melakukan perekaman e-KTP.
“Waktu jemput bola di Distrik Sorong Kota hanya beberapa warga yang datang melakukan perekaman e-KTP. Sehingga saya berharap ada kerjasama dari para distrik dan lurah karena ada 41 kelurahan agar manyampaikan kepada warga yang belum melakukan perekaman e-KTP,” tegasnya.(zia)














