SORONG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, harga beberapa komoditi bumbu dapur mulai merangkak naik. Komoditi tersebut diantaranya bawang merah dan bawang putih, yang biasanya stabil di harga Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilo, kini menjadi Rp 35.000 per kilo.
Disusul oleh harga cabe merah keriting yakni Rp 60.000 per kilo. Untuk cabe rawit lokal segar harganya dibanderol Rp 50.000 per kilo. Dimana jika sedang murah, harga pasaran cabe rawit lokal hanya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000 saja per kilo.
Selanjutnya, komoditi bummu dapur yang juga ikut naik adalah tomat. Namun untuk tomat, kenaikannya terbilang cukup tipis. Jika pada kondisi normal, biasanya tomat dijual perkilo seharga Rp 8.000 hingga Rp 10.000, tergantung kondisi produknya, maka per hari ini, Kamis (20/4) harga tomat berkisar di angka Rp 13.000 per kilo. Adapun untuk tomat kualitas super berukuran besar dijual Rp 17.000 per kilonya.
“Bu, tomat sekilo harganya berapa, sekarang,” tanya Radar Sorong sambil menunjuk ke arah tomat berukuran besar.
“Itu sekilo harganya Rp 17 ribu yang besar. Yang ukuran sedang Rp 13 ribu. Mau ambil berapa kilo, pilih sendiri saja, nanti saya timbangkan,” balas pedagang bernama Ruwati.
Dikatakan Ruwati, kenaikan harga komoditi bumbu dapur dari harga normalnya belum berlangsung lama. Baru sekitar 3 hari belakangan. Namun kenaikannya tidak terlalu tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya sepanjang bulan Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok dan komoditi bumbu dapur cenderung stabil.
“Ini naiknya masih agak normal, seribu, dua ribu. Ya paling mahal selisih lima ribu naiknya. Ya masih wajar mbak, namanya juga mau hari raya, kalo bumbu-bumbu naik sedikit ya memang sudah biasa. Paling baru 3 hari ini kok, dari awal puasa kemarin harga normal,” ungkap Ruwati.
Kendati demikian, lanjut Ruwati, ketersediaan stoknya cukup. Selain panen petani lokal, pasokan komoditi impor juga lancar, hanya mungkin terlambat 1-2 hari karena faktor cuaca atau karena overload. Sementara untuk komoditi lokal, stoknya selalu ada dan tidak pernah kosong.
Selain komoditi bumbu dapur, beberapa jenis bahan pangan juga naik tipis. Misalnya harga telur ayam lokal dibanderol Rp 63.000 per ram (30 butir).
Sementara untuk telur Surabaya, biasanya harganya lebih murah. Namun untuk saat ini telur Surabaya agak sulit dicari. Sebab untuk kebutuhan hari raya untuk membuat berbagai jenis kue, biasanya masyarakat lebih senang menggunakan telur lokal karena kualitasnya lebih bagus.
Gula pasir curah, dibanderol dengan harga Rp 14.000 per kg. Berikutnya, harga tepung terigu curah 10.000 per kg, sedangkan untuk tepung kemasan berbagai merek berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 18.000 per kg. Harga jual tepung saat ini terjadi kenaikan tipis antara Rp 2.000 hingga Rp 4.000. Kondisi ini juga dianggap masih cukup relevan dengan momen jelang hari raya Idul Fitri. (ayu)














