WAISAI – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin – RI) menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Raja Ampat (R4), guna menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi wirausaha baru terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Raja Ampat, bertempat di Gedung Wanita, Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (19/4).
Kegiatan tersebut, rencana berlansung selama 4 hari kedepan hingga Jumat 22 April 2022 yang diikuti sebanyak 70 orang peserta Bimtek terdiri dari perbaikan mesin motor tempel dan olah hasil laut, dalam rangka pertumbuhan dan pengembangan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayah Provinsi Papua Barat, termasuk di Raja Ampat.
Kepala Disperindag Raja Ampat, Samsuddin Nimanuhu, SE kepada sejumlah wartawan menerangkan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian bagi wirausaha baru di Raja Ampat. Dimana sambungnya, dengan adanya wirausaha tersebut otomatis tenaga kerja dapat direkrut sehingga dapat mendorong perekonomian semakin meningkat lagi. “Jadi, dengan semangat wirausaha ini, maka saya pikir ada industri – industri UKM yang tumbuh. Kalau wirausaha tumbuh otomatis pendapatan mereka makin naik, ” ujar Kadisperindag Raja Ampat Samsuddin Selasa kemarin.
Menurutnya, bimbingan teknis tersebut sangat penting terutama bagi wirausaha baru dalam rangka meningkatkan daya saing di daerah, karena daya saing ditentukan oleh banyaknya wirausaha. “Jadi bimbingan teknis ini sangat penting bagi wirausaha baru di Raja Ampat, karena daya saing di daerah ditentukan oleh banyaknya wirausaha, ” imbuhnya
Dikatakannya, bimbingan teknis ini merupakan kerjasama antara Kemenperin RI melalui pokok pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), dari fraksi Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) Papua Barat, yaitu Rico Sia. “Nah, syarat yang diberikan oleh Kemenperin, harus keberlanjutan dari bimbingan teknis tersebut dan tidak berhenti sampai disini,” sebutnya.
DItambahkannya, setelah selesai kegiatan ini, pemerintah daerah siap memfasilitasi hingga ke lembaga perbankan atau koperasi guna memberikan pinjaman modal agar usaha mereka mampu berjalan.”Kami (pemerintah) siap fasilitasi ke lembaga perbankan atau koperasi terkait pinjaman modal agar usaha mereka bisa berjalan dengan lancar, ” tandasnya, sembari berharap, kedepan muncul wirausaha baru antara lain pemuda Raja Ampat yang belum terorganisir agar membentuk kelompok IKM. (hjw)














