SORONG – Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Model Kota Sorong, Drs. Yohanes Sagrim mengingatkan siswanya yang diutus mengikuti Lomba Jurnalistik Radar Sorong, agar percaya diri mengikuti lomba. Menurutnya, setiap lomba pasti tidaklah mudah karena akan bersaing dengan utusan dari sekolah lain yang tentunya memiliki siswa yang juga luar biasa. ”Tetap percaya diri untuk memenangkan Lomba Jurnistik ini,” kata Yohanes Sagrim yang ditemui Radar Sorong, Kamis (21/4).
Dikatakannya, SMAN 3 Model mengutus 10 siswa yang terpilih dan memiliki kompetensi untuk mengikuti Lomba Jurnalistik Radar Sorong. ”Saya pikir tidak ada persiapan yang terlalu luar biasa, karena sudah ada guru pembimbing siswa sejak beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Menanyakan optimis akan meraih juara, Yohanes Sagrim menuturkan selaku orang tua dari siswa di sekolah tentunya membantu dengan doa. Namanya lomba tidak memandang siapa yang hebat, nanti dilihat saat pelaksaan lomba. ”Tapi, siswa SMAN 3 tentunya sudah siap mengikuti lomba tersebut karena mereka sudah pernah mengikuti lomba serupa, sehingga itu bukan hal yang baru. Selain itu, kemampuan siswa SMA Negeri 3, mampu memenage diri untuk bisa tampil, sehingga tentunya siap tampil,” imbuhnya.
Sementara itu, MAN Insan Cendekia Sorong yang berlokasi di Jalan Poros SP4, optimis siswanya bisa menjuarai Lomba Jurnalistik tingkat SMA/MA/SMK Kota dan Kabupaten Sorong yang digelar Radar Sorong bekerjasama dengan Universitas Terbuka. Kepala MAN Insan Cendekia Sorong, Ismail Z Betawi mengatakan, menghadapi perlombaan tersebut, berbagai persiapan telah lakukan. ”Kami pihak sekolah sudah siap 100 persen. Itu juga berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler jurnalis. Jadi semua kegiatan pasti ada sinkronisasi. Salah satunya dengan lomba jurnalistik yang diadakan Radar Sorong,” katanya kepada Radar Sorong, Kamis (21/4).
Pihaknya telah memberikan spirit moral dan spirit sosial kepada siswa yang diutus. ”Ppenulis berita tidak harus menjadi wartawan tapi paling tidak mengerti kode etik, tata cara menulis dalam pemberitaan yang sifatnya humanis dan juga pendekatan-pendekatannya,” ucapnya. Menurutnya, Lomba Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Radar Sorong, dijadikan sebagai parameter pembanding teknik dan pendekatan yang dilakukan oleh guru pembimbing, sehingga bisa mengevaluasi prospektif dan pembinaan anak-anak didik.
Ia mengaku sangat antusias menyambut kegiatan Lomba Jurnalistik Radar Sorong, dan berharap siswanya menjuarai lomba jurnalistik tersebut. ”Saya sangat gembira sekali kalau ada lomba-lomba jurnalistik dari Radar Sorong. Kegiatan ini kita nanti-nantikan. Ini perdana bagi kita, mungkin karena informasi kita kurang sehingga yang sebelumnya kita tidak ikut,” pungkasnya.
Nafilah Putri Winarto, siswa Kelas X IPS MAN Insan Cendekia Sorong yang merupakan salah satu utusan sekolahnya mengikuti Lomba Jurnalistik Radar Sorong, mengaku alasan ikut Lomba Jurnalistik awalnya itu karena dirinya suka menulis berita. ”Nah, terus ada lomba ini jadi pengen ikut sekalian cari pengalaman baru. Sebelumnya belum pernah ikut lomba-lomba yang kayak gini. Dulu pas di MTs sempet ditawarin cuma akunya gak mau karena belum terlalu yakin gitu,” ungkapnya. Ia berharap bisa menjadi salah satu pemenang dari lomba jurnalistik. ”Setiap peserta lomba pengen menang gitu. Jadi ya harapannya cuma itu aja sih, sama pengen membawa nama baik sekolah,” pungkasnya. (juh/zia)















