Kelly Kambu: Akibat Perilaku yang Kurang Baik Buang Sampah Sembarang Tempat
SORONG – Pemerintah Kota Sorong melakukan Jumat Bersih di sepanjang saluran Jalan Basuki Rahmat. Berbagai macam jenis sampah ditemukan, selain itu juga dilakukan pembersihan drainase sekitar Masjid Al Akbar Kota Sorong.
Pihak Kelurahan Remu Utara mengadukan hal tersebut kepada Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong agar dapat membantu dengan bekerja sama melaksanakan Jumat Bersih di lokasi tersebut.
Lurah Remu Utara Sri Ningsih Alhamid mengaku bahwa di Kelurahan Remu Utara memang banyak kendala karena mereka tidak memiliki tenaga khusus yang membersihkan parit-parit tersebut.

“Sehingga kami harus memohon dukungan kepada dinas lingkungan hidup agar kami bisa saling kerjasama dengan baik. Kami sebagai kepala Kelurahan Remu Utara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung tersenggaranya Jumat Bersih ini terutama kepala Kadis lingkungan yang begitu respon dengan cepat menanggapi atas kerja sama ini,” katanya kepada Radar Sorong, Jumat (20/5).
Pihaknya akan selalu mengadakan Jumat Bersih setiap minggunya sehingga ia mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar Masjid Raya ini agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama sampah-sampah plastik dan botol air mineral.

“jangan langsung main buang ke saluran-saluran air, sehingga saluran-saluran air itu tersumbat seperti yang terjadi sekarang. Karena kalau hujan lebat, saluran-saluran air akan tersumbat. Kami mohon kepada warga agar jangan lagi membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Kemudian, Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong, Julian Kelly Kambu,ST,MSi mengakui bahwa memang pihaknya mendapat pengaduan dari Lurah Remu Utara terkait dengan tumpukan botol plastik air mineral yang ada di saluran utama depan Masjid Raya.
“Sehingga untuk menggerakkan warganya, kami dari lingkungan siap dan fasilitasi untuk ke kebutuhan lain – lain seperti truk, makanan, minuman, kantong plastik sampah, karung besar, sepatu dan ada bantuan ekskavator,” katanya.
Ia menuturkan, dibantu komunitas peduli lingkungan, yang menjadi kekuatan adalah ada dukungan partisipasi dari mahasiswa Pegunungan Tengah, anak-anak mahasiswa dari Nabire, mereka yang ada di Kota Sorong ini. Mereka terlibat untuk melakukan pembersihan.
Menurutnya, dari sisi kewenangan saluran ini bukan kewenangan pihaknya Dinas PPLH tapi Dinas PU atau Balai Jalan Nasional karena drainase tersebut berada di Jalan Nasional. Sehingga harusnya pihak terkait da perhatian karena ada biaya pemeliharaan.
“Sampah ini akibat dari perawatannya kurang bagus. Kemudian perilaku manusianya yang seenaknya buang sampah ke saluran, mereka bahkan menjadikan saluran sebagai tempat pembuangan sampah. Padahal saluran ini dibangun untuk mengalirkan air, sehingga kalau perilaku tidak bagus ini terus dipelihara maka kawasan di Masjid Raya raya dan sekitar Jalan Makam Pahlawan dan sekitarnya Kelurahan Remu Utara itu semua kedepannya pasti banjir,” tegasnya.
Lanjutnya, Sehingga untuk mencegah terjadinya banjir maka masyarakat dilarang lagi untuk buang sampah ke saluran-saluran atau drainase. Kalau sehat warganya maka bisa melakukan aktivitas bisnis, warga sehat, aman dan nyaman maka usaha dan kegiatan itu pasti lancar.
Dari pantauan Radar Sorong, Kadis PPLH dengan melalui pengeras suara melakukan kampanye Jumat Bersih bahkan melakukan imbauan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan hidup dengan hidup bersih. Kemudian Jumat Bersih yang dilakukan sejak pukul 07.00 WIT selesai hingga 12.05 WIT tersebut menghasilkan lebih dari 10 kantong plastik sampah dan karung.(zia)












