AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Perikanan Kabupaten Sorong menyalurkan sarana dan prasarana (Sarpras) berupa 8 unit kolam terpal beserta perlengkapan pembudidayaan kepada kelompok budidaya ikan (Pokdakan) air tawar di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (8/11). Penerima batuan Sarpras budidaya ikan air tawar tersebut yakni Pokdakan Putra Papua Kelurahan Malasom dan Pokdakan Tawes Makmur Kelurahan Klamasen.
Pj Bupati Sorong melalui Staf Ahli, Luther Salamala menjelaskan, bantuan Sarpras tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kelompok pembudidaya ikan di wilayah itu.
“Orientasi bantuan ini adalah bagaimana pemerintah memastikan usaha budidaya ikan air tawar yang digeluti masyarakat benar-benar tumbuh dan berkembang,” ungkap Luther Salamala.
Bantuan yang bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) tahun 2023 ini diharapkan dapat benar-benar membawa manfaat sebaik mungkin sebagai modal yang terus bisa diputar oleh anggota Pokdakan guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Manfaatkan apa yang telah diberikan supaya memberikan hasil maksimal. Jangan sampai setelah dibantu tapi usaha budidaya jalan ditempat. Masyarakat harus berupaya bagaimana modalnya bisa diputar terus, tidak boleh sampai mandek,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Sorong Dra. Bekti Geri Wahyuni, M.Si menambahkan, kedua Pokdakan tersebut menerima bantuan Sarpras dengan item dan jumlah yang sama.
Dirincikan, bantuan paket lengkap budidaya ikan terdiri dari empat kolam bulat diameter 4 meter, instalasi pipa air dan listrik, 1 unit tandon air, sebuah gudang pakan, 2 paket alat pengukur kualitas air, 3 buah baskom kapasitas 20 liter, 10 buah ember kapasitas 10 liter, 4 unit hapa ukuran 2×1,5x1m, dua unit mesin alcon, 3 buah sekop, 3 buah serok, 1 unit solar cell, 1 unit timbangan 5kg, 1 unit timbangan 10kg, 10 botol probiotik, benih ikan nila sebanyak 14.550 ekor, pakan stater 370kg dan pakan grover sebanyak 1.350 kg.
Disebutkan Kadis, jumlah kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Sorong berkisar 200 kelompok, hanya saja sebagian besar tidak begiti aktif dan konsisten dalam menjalankan usaha budidayanya. Sehingga pemerintah memprioritaskan bantuan tersebut hanya kepada kelompok yang aktif.
“Paket bantuan itu diberikan kepada dua kelompok budidaya yang memang sudah terbentuk dan selama ini aktif dalam menggeluti aktivitas budidayanya. Sehingga pemerintah hadir untuk memberikan stimulus serta dukungan konkret lewat bantuan ini,” imbuh Kadis Perikanan.
Sementara itu, lanjut Kadis, soal ketersediaan pasar pada umumnya tiap-tiap kelompok budidaya sudah memiliki pembeli sendiri. Namun ke depan, pemerintah juga akan berupaya mengakomodir seluruh kelompok budidaya untuk memasarkan hasil panen dalam jumlah besar. Syaratnya, hasil panen tersebut memang harus bersifat kontinyu. (ayu)














