AIMAS – Sebanyak 40 orang pemuda dari beberapa distrik di Kabupaten Sorong mengikuti pelatihan pemandu wisata tracking (gunung) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Rabu (8/11).
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Dina Titin Sumarni mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam upaya peningkatan kapasitas SDM lokal guna mendukung potensi wisata goa dan gunung di Kabupaten Sorong.
Disebutkan Dina, gunung dan goa di Kabupaten Sorong termasuk kategori wisata minat khusus yang cukup banyak peminatnya. Hal tersebut menjadi potensi wisata yang mungkin akan mendatangkan income jika bisa dikelola dengan baik dan profesional.
“Setiap jenis wisata minat khusus tentu membutuhkan tenaga pemandu yang profesional, sebab karakteristik wisata minat khusus memiliki risiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pelatihan ini sebagai penguatan SDM pemandu local, mengingat wisata gunung di Kabupaten Sorong semakin diminati,” terang Kabid Destinasi Dinas Pariwisa taKabupaten Sorong.
Adapun dalam pelatihan kali ini, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menggandeng Organisasi Flora dan Fauna Indonesia (FFI) sebagai instruktur bagi para peserta calon pemandu wisata gunung.
“Materi yang disampaikan berupa pemahaman mendaki gunung, bagaimana mempersiapkan peralatan yang nantinya digunakan untuk mendaki gunung dan hal lain yang berkaitan dengan wisata gunung,” bebernya.
Berdasarkan hasil identifikasi Dinas Pariwisata terhadap potensi wisata gunung di Kabupaten Sorong, disebutkan ada tiga potensi destinasi yakni batu lubang, hutan lindung dan puncak gunung Klaili.
“Dari tiga potensi itu, Gunung Klaili termasuk yang paling banyak dikunjungi untuk wisata minat khusus ini. Sehingga kita akan terus optimalkan potensi ketiga spot wisata dengan berbagai persiapan lain untuk mendukung pengembangan wisata tracking,” tandas Dina. (ayu)














