


SORONG-Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (LHKP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Konsultasi Publik I tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Kampung Baru Kota Sorong, Rabu (13/9).
Mewakili Pj Gubernur Papua Barat Daya, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya Jhony Way,S.Hut.M.Si didampingi Plh Kadis LHKP PBD Rosalina Sikirit,S.Hut serta Ketua Tim Pendamping Penyusunan KLHS yang merupakan Dosen Kehutanan Unipa, Dr.Jonni Marwa,S.Hut.M.Si dengan memukul tifa sebanyak tiga kali.
Dikatakan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya Jhony Way,S.Hut.M.Si bahwa Pemprov PBD mengapresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya yang telah melakukan lompatan terkait kebijakan pembangunan yang mengutamakan pelestarian lingkungan, dan mencegah timbulnya konflik sosial melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategi (KLHS).
“Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Yang mana disebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah,” tegasnya.
Di samping itu, lanjutnya terintegrasinya KLHS dalam dokumen RPJPD adalah hal yang sangat penting agar segala dampak negatif yang mungkin muncul dalam pelaksanaan pembangunan dapat diminimalisir.
“Sehingga dapat dikatakan bahwa klhs, merupakan pendekatan strategis jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan hidup menuju pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Jhony Way juga, mengatakan Terkait dengan kegiatan ini, pada tanggal 9 September 2023 oleh Unisco Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya ditetapkan sebagai Global Geopark atas kekayaan alamnya. Penghargaan ini diberikan sebagai perwujudan upaya Unisco dalam menjaga situs-situs yang terbaik di dunia sebagai kekayaan dunia.
“Kita bangga Raja Ampat bukan hanya situs daerah tapi merupakan situs milik dunia oleh karena itu kegiatan pada hari ini saya anggap sangat penting guna menjaga lingkungan dan kelestarian alam sebagai warisan untuk anak, cucu kita,” tegasnya.”Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun KLHS RPJPD Provinsi Papua Barat Daya dari Universitas Negeri Papua,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pendamping Penyusunan KLHS yang merupakan Dosen Kehutanan Unipa, Dr.Jonni Marwa,S.Hut.M.Si mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut ada 3 hal penting yang dipaparkan berkaitan dengan kondisi umum dari wilayah Papua Barat Daya.
“Di dalam kondisi umum itu ada permasalahan-permasalahan yang menjadi fakta di lapangan. Misalnya terkait dengan lingkungan, yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi bahkan yang berkaitan dengan hukum dan tata kelola. Kemudian, kami menyampaikan bagian itu sebagian di dalam isu-isu strategis,” pungkasnya.(zia)














