JAKARTA – Polisi mengatakan massa yang menyerang Polres Tolikara Provinsi Papua Pegunungan, berjumlah 100 orang lebih. Namun motif dari penyerangan ini belum diketahui. “(Pelaku penyerangan) banyak, lebih kurang ada 100 lebih, karena dari arah depan samping belakang mereka menyerang. Dari semua arah seperti hujan batu,” ujar Kapolres Tolikara AKBP Dicky Hermansyah Saragih seperti dikutip dari detikcom, Selasa (20/12/2022).
Dicky mengatakan massa juga berupaya membakar asrama polisi di Mapolres Tolikara karena sudah menyiram minyak tanah. Beruntung upaya itu bisa dicegah. “Ada masyarakat dari arah belakang Polres berusaha pembakaran asrama polres, sudah menyiram minyak tanah tapi karena diketahui anggota bisa dicegah,” kata Dicky. Lebih lanjut, Dicky menyebut massa semakin brutal karena menyerang Polres Tolikara dari berbagai arah. Dia juga menyebut serangan itu semakin brutal. “Semakin brutal masyarakat sudah lompat pagar, supaya tidak terjadi hal yang lebih parah, (anggota) melakukan pelumpuhan,” tutur Dicky.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombespol Ahmad M. Kamal mengatakan, dari kejadian tersebut, lima anggota Polri dan tiga warga mengalami luka-luka. Sedangkan satu orang warga meninggal dunia dalam perjalanan setelah dilakukan tindakan tegas terukur. “Akibat dari kejadian itu, 5 personel Polri, 3 warga mengalami luka-luka 1 satu orang meninggal dunia saat perjalanan evakuasi ke RSUD Wamena. Selain itu, 4 unit kendaraan dinas milik Polri mengalami rusak dan 5 kaca jendela kantor pecah,” ujarnya. “Para korban, baik dari personel Polri maupun warga, sudah dibawa ke RSUD Karubaga untuk mendapat penanganan medis,” imbuhnya.
Kamal menyebut saat ini pelaku pemukulan terhadap anggota telah diamankan. Situasi pascakejadian relatif aman dan kondusif, namun polisi masih melakukan penjagaan di sekitar Mako guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (rdp/idh/detikcom)













