
SORONG-Pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PDIP Provinsi Papua Barat Daya di Sekretariat KPU Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (13/5) di Hotel Luxio diwarnai keributan di dalam internal partai banteng tersebut ketika dilakukan pemeriksaan dokumen.
Keributan tersebut antara sesama pengurus DPD PDI Perjuangan Papua Barat Daya, diketahui karena adanya perubahan nomor urut caleg.
Dari Pantauan Radar Sorong, ketika keributan terjadi, Bendahara Partai DPD PDI Perjuangan Papua Barat Daya Agustina Urbinas bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sorong, Edo Kondologit nampak terlihat emosi, yang melihat langsung proses pemeriksaan dokumen B Pendaftaran dan B Pengajuan Bakal Calon, yang mana bahwa ternyata ada perubahan nomor urut caleg. Sementara, nomor urut caleg PDIP Papua Barat Daya telah disusun dan ditetapkan DPP PDIP.
“Saya lihat sendiri dengan mata kepala SK yang dikirim oleh DPP, nomor urutnya itu bukan begini. Ini nomor urut sudah dirubah, kenapa kalian rubah nomor urut diam-diam tanpa ada pemberitahuan ke Ketua DPD. Itu tidak boleh terjadi, kurang ajar,” ungkap Bendahara partai DPD PDIP.
Sedangkan, Wakil Sekretaris DPD PDIP Papua Barat Daya, Suratno juga emosinya memuncak karena merasa tersudutkan dan disalahkan Bendahara Partai DPD PDI Perjuangan Papua Barat Daya Agustina Urbinas dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sorong, Edo Kondologit langsung keluar dari ruangan pendaftaran, meski sempat terjadi tarik menarik agar Suratno tetap berada di ruangan.
Suratno yang juga menjadi LO Pendaftaran Bacaleg PDIP PBD tersebut ketika merasa tidak dihargai dengan ditunjuk-tunjuk oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sorong, Edo Kondologit, meluapkan marahnya dengan mengeluarkan statement bahwa dirinya akan keluar dari kepengurusan PDIP PBD.
“Selama ini saya kerja sendiri untuk partai ini. Tapi kenapa saya diperlakukan seperti ini, saya keluar dari PDIP,” tegasnya sebelum keluar ruangan pendaftaran.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sorong Edo Kondologit mengungkapkan, emosinya memuncak karena mengetahui bahwa nomor urut caleg yang telah disusun oleh DPP berubah tanpa sepengetahuan dirinya.
“Dia yang rubah sendiri nomor urut caleg, padahal DPP sudah pesan jangan dirubah-rubah. Saya berhak marah, karena saya punya hak politik dan saya senior partai disini,” tegasnya.
Dikatakan dalam penetapan nomor urut calon legislatif, DPP PDIP turun langsung di setiap wilayah.
“DPP sudah tetapkan nomor urut caleg dan tidak bisa diganggu gugat, karena itu merupakan keputusan partai resmi. Tapi kenapa dia berani rubah sendiri, itu yang buat saya marah,” jelasnya.
Edo menambahkan bahwa, permainan di internal partai PDIP Papua Barat Daya harus dievaluasi.
“Minta maaf ini cuma masalah internal, tapi bagi saya kemarahan saya tadi itu adalah bersifat internal, supaya lebih mengoreksi kepengurusan PDIP Perjuangan. Artinya partai kita harus dikelola oleh orang-orang yang profesional dan kerja sesuai aturan, bukan kerja sembarangan, amburadul dan seenaknya dia. Kalau ada titipan atau sponsor, maka dia bisa masukin namanya orang sembarang kesitu,” tegasnya.
“Saya akan buat laporan ke DPP, supaya orang-orang tersebut dievaluasi kalau perlu dipecat dari partai ini. Karena mereka tidak ada guna di partai ini,” sambungnya.
Menanggapi keributan tersebut , Ketua DPD PDIP Papua Barat Daya Joppye Onesimus Wayangkau mengungkapkan bahwa dirinya juga tidak tahu menahu bahwa terjadi perubahan nomor urut caleg. Sehingga hal tersebut merupakan masalah internal partainya.
“Itu masalah internal, belum ada kesesuaian diantara mereka para caleg. Masalah nomor urut, sehingga nanti kita lihat kembali apa yang dipersoalkan sendiri. Tadi saya juga kaget, kenapa ada persoalan itu,” ungkapnya.
“Inikan sedang berjalan, ini kita proses berjalan sambil dilakukan evaluasi,” pungkasnya.

Kemudian Pendaftaran Bacaleg DPR PDIP PBD, menurut Plt.Ketua KPU PBD Fatmawati,S.Pdi telah diterima sesuai dan lengkap.(zia)












