• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 25 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Beri Latihan SIG, Pemprov PBD Bekali Masyarakat Adat Pemetaan Wilayah Berbasis Digital

by REDAKSI
23 Februari 2026
in Papua Barat Daya
0
Beri Latihan SIG, Pemprov PBD Bekali Masyarakat Adat Pemetaan Wilayah Berbasis Digital
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

AIMAS — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) bagi masyarakat adat di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong. Kegiatan berlangsung selama enam hari, 23–28 Februari 2026, sebagai upaya memberdayakan masyarakat adat dalam mengidentifikasi, memetakan, dan mengelola wilayah adat menggunakan teknologi digital guna mendorong legalitas hak atas tanah dan hutan.

Kepala Bidang DAS, RHL, dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Papua Barat Daya, Ir. Sarteis Yulian Sarim, S.Hut., M.M., mengatakan pemerintah berupaya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat adat di provinsi baru tersebut di bawah kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau.

Berita Terkait

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

22 Agustus 2026
145
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
58
Dirgahayu RI Ke-81 Tahun, Gubernur Elisa Kambu: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Pengabdian

Dirgahayu RI Ke-81 Tahun, Gubernur Elisa Kambu: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Pengabdian

17 Agustus 2026
48

“Kami bersyukur Provinsi Papua Barat Daya ini baru berusia 3 tahun. Nah, di kepemimpinan Bapak Gubernur Elisa Kambu-Ahmad Nausrau di satu tahun kepemimpinan, bagaimana pemerintah hadir untuk menjawab apa yang menjadi urgensi daripada masyarakat itu sendiri,” katanya usai pembukaan kegiatan, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

“Sehingga kami telah menganalisis bahwa kawasan hutan di Provinsi Papua Barat Daya ini ada 3.6 juta lebih hektar. Nah, dengan adanya kawasan hutan yang begitu luas ini, di dalamnya itu ada masyarakat hukum adat. Nah, masyarakat hukum adat ini tersebar di semua kabupaten/kota yang ada,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan pemerintah dalam memetakan wilayah adat mendorong pelibatan masyarakat melalui program yang didanai RBP REDD+ dan dikelola Yayasan Penabulu.

Dikatakan bahwa Sehingga pemerintah sendiri tidak akan mampu untuk bisa melakukan pemetaan untuk masyarakat hukum adat itu dan pemetaan masyarakat-masyarakat adat.

“Nah, sehingga untuk mempermudah itu, pemerintah melalui Dinas Kehutanan, kami memprogramkan kegiatan melalui dana RBP REDD+ yang didapat di Provinsi Papua Barat Daya dikelola oleh Yayasan Penabulu,” katanya.

Ia menyebut peserta berasal dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya.

“Diharapkan masyarakat yang datang ini dari lembaga masyarakat adat maupun dewan adat yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat Daya ini sudah terwakili. Ada Imeko, ada dari Sorong Selatan, ada dari Maybrat, ada dari Raja Ampat, ada dari Tambrauw, ada dari Kota Sorong, ada Kabupaten Sorong, ini semua sudah terwakili dalam ini semuanya,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan membantu pembentukan masyarakat hukum adat sebagai dasar pengusulan hutan adat.

“Nah, diharapkan nanti ketika pelatihan ini sudah selesai, mereka akan membantu kepada masyarakat adat di situ untuk membantu menyusun masyarakat hukum adat itu. Karena pemerintah daerah di setiap kabupaten/kota juga sudah digenjot untuk bagaimana mereka harus segera berpartisipasi untuk mendorong pembentukan masyarakat hukum adat. Nanti setelah masyarakat hukum adat terbentuk, baru kita bisa mengurus hutan adat. Nah, itu tujuannya ke sana,” katanya.

“Karena selama ini masyarakat ini tidak tahu, mereka tahu batas areal mereka cuma batas alam saja, tapi secara spasial geografis mereka tidak tahu, belum bisa. Makanya dengan adanya pelatihan seperti ini yang kita lakukan ini sangat memberi apa namanya, pengetahuan kepada masyarakat adat untuk mereka lebih mengetahui ke depan,” katanya.

Pemateri Fransen Leo Hematang, S.Hut., M.Si, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Papua di Manokwari, menjelaskan materi yang diberikan mencakup teori hingga praktik pemetaan digital.

“Materi yang nanti akan kami berikan adalah materi Sistem Informasi Geografis tingkat dasar. Ini ada pemaparan teori, kemudian ada pelatihan bagaimana mendapatkan citra satelit secara gratis, bagaimana menggambar, kemudian bagaimana nanti mereka mengolah data, dan nanti terakhirnya mereka akan membuat sebuah layout peta yang nanti mereka bisa pakai untuk berbagai program maupun kegiatan-kegiatan lainnya di tingkat masyarakat adat,” katanya.

“Ya, dampak ataupun manfaatnya saya pikir nanti mereka dapat, pertama atau manfaat pertama, mereka bisa punya skill ya, kemampuan untuk menggunakan teknologi ini. Jadi teknologi ini merupakan teknologi yang sudah sangat berkembang di mana saja dan masyarakat adat harus punya teknologi ini. Supaya mereka bisa kembali ke wilayah mereka masing-masing, kemudian mereka memetakan potensi-potensi wilayah mereka, dan kemudian mereka bisa mendapatkan maksimal dari sumber daya alam yang mereka punya lewat pemanfaatan teknologi,” katanya.

Salah satu peserta, Imanuel Siatfle, S.IP., M.M., perwakilan Suku Besar Moi Kelabra, menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut.”Hingga hari ini pertama kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah melakukan kegiatan di saat hari ini untuk bagaimana kita sebagai generasi penerus, generasi muda untuk bisa sama-sama mengawal dan memprosesi wilayah adat kami masing-masing terutama di tanah Moi.

“Saya sebagai peserta bersama teman-teman peserta yang hadir, kami sangat bangga kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui pelatihan ini untuk membuat karakter kita bisa mengetahui sistem aplikasi yang disebut SIG, penataan geografis atau Google Maps untuk kita bisa mengetahui peta wilayah kami adat masing-masing,” katanya.

“Yang selama ini terjadi di wilayah Papua Barat Daya tidak pernah habis-habis yaitu masalah tapal batas wilayah adat dari tiap marga, dari tiap berbagai suku itu dan wilayah pemerintahan. Nah, sehingga melalui pelatihan ini saya pikir kami sangat bangga untuk pemerintah karena melalui hal ini mungkin ke depan ada solusi terbaik bagi kami di Papua Barat Daya,” katanya.

Sekretaris Dewan Adat Suku Moi Salgma, Lewi Sadrafle, S.E., M.Si, menyebut pihaknya telah membentuk tim pemetaan tujuh wilayah adat.

“Kami bersyukur karena kami bisa dapat ilmu untuk bisa kami dampingi mereka yang ada ini, yang kami harapkan supaya peserta yang dari Dewan Adat Suku Besar Moi itu kami sudah bentuk tim untuk pemetaan wilayah adat. Yang kami bersyukur dan berterima kasih untuk Dinas Kehutanan, terutama Kepala Bidang, Bapak Sarteis Sagrim, yang bisa menjaring kami untuk masuk dalam rangka ikut pers- ikut serta dalam kegiatan pelatihan Sistem Informasi Geografis,”katanya.

“Karena kami sangat butuh sekali. Kita ini sebenarnya sebagai masyarakat yang ada di wilayah Doberai, itu berterima kasih untuk dinas yang bisa membantu kami untuk bisa turun ke lapangan. Mereka ini bisa dilatih- sudah dilatih, sudah turun ke lapangan, bisa untuk pemetaan di wilayah masing-masing,” katanya.

ADVERTISEMENT

“Tujuh wilayah adat itu termasuk Moi Kelim, Moi Abun, Moi Salgma, Moi Kelabra, Moi Sikim, Moi Lemas, dan Moi Maya. Moi Maya ini ada dua, ada yang tinggal di Raja Ampat, ada yang di Sorong,” katanya.

“Saya sengaja bawa mereka ini ada tujuh. Tujuh jadi mereka mewakili tujuh wilayah adat ini supaya nanti kalau sudah selesai dari sini mungkin Pak Sagrim bilang, Oke saya ada kegiatan di mana, sudah, dorang ini bisa ikut untuk di Tambrauw, dorang Tambrauw mewakili sana. Terus di Sorong Selatan, ya Sorong Selatan mewakili di sana. Kemudian di Moi Kabupaten dan Kota Sorong, ya mereka yang sudah ditunjuk di sini dorang mewakili,” katanya.

“Jadi kita tujuh wilayah adat ini itu ada empat kabupaten dan satu kota, yaitu Kota Sorong. Jadi kita sudah nanti bagi per kabupaten. Sehingga tim yang kami sudah bentuk untuk nanti kita akan laporkan ke Bapak Kabid untuk program ini kira-kira kapan kami laksanakan, kami akan minta bantuan dari dinas untuk bisa dampingi kami untuk mau turun ke lapangan,”katanya.(zia)

Tags: Kabupaten SorongKota SorongManokwariPapuaPapua Barat Daya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bukber di ACC Berhadiah Liburan ke Bali 3 Hari 3 Malam untuk 4 Orang

Next Post

Polda Papua Barat Daya Distribusikan Jagung Pipil ke Bulog

Related Posts

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti
Papua Barat Daya

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

22 Agustus 2026
145
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
58
Dirgahayu RI Ke-81 Tahun, Gubernur Elisa Kambu: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Pengabdian
Papua Barat Daya

Dirgahayu RI Ke-81 Tahun, Gubernur Elisa Kambu: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata dan Pengabdian

17 Agustus 2026
48
Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81
Papua Barat Daya

Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

15 Agustus 2026
8
PIMPINAN DAN ANGGOTA DPR PROVINSI PAPUA BARAT DAYA MENGUCAPKAN DIRGAHAYU RI KE-81
Papua Barat Daya

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPR PROVINSI PAPUA BARAT DAYA MENGUCAPKAN DIRGAHAYU RI KE-81

15 Agustus 2026
16
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81
Papua Barat Daya

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

15 Agustus 2026
11
Next Post
Polda Papua Barat Daya Distribusikan Jagung Pipil ke Bulog

Polda Papua Barat Daya Distribusikan Jagung Pipil ke Bulog

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!