AIMAS – General Manager (GM) Aimas Hotel and Convention Center, I Nyoman Bagiartha mengatakan bahwa, di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 ini pihaknya mengadakan Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan tema Middle East atau Timur Tengah.
“Saat ini kita juga merubah konsep lebih ke lokasi, kalau tahun-tahun sebelumnya acara bukber di restauran hotel sekarang kita gunakan Malak Ballroom. Di sini kita menampilkan menu makanan Timur Tengah, suasana yang diberikan bernuansa Timur Tengah, pelayanan juga demikian, jadi tamu-tamu yang datang untuk bukber dapat merasakan nikmatnya Ramadhan,” ujar Bagi, panggilan akrab I Nyoman Bagiartha.

Dikatakan pula bahwa selama satu bulan Ramadhan ini acara bukber dilaksanakan di ballroom dengan tema yang sama (Timur Tengah), tapi dengan menu-menu yang berbeda-beda setiap hari. Selain menu Timur Tengah juga ada menu-menu Nusantara dan lokal. Pria asli Pulau Dewata itu juga mengungkapkan bahwa target bulan Ramadhan tahun ini secara bisnis ingin dapat lebih kunjungan lagi dibanding tahun sebelumnya, dimana bulan Ramadhan tahun lalu pengunjung bukber mencapai 10.100 orang, tahun ini targetnya 15.000 orang, sehingga tahun ini acara bukber menggunakan ballroom. Untuk memberikan apresiasi kepada para tamunya, pihaknya mengadakan program undian berhadian liburan ke Bali.
“Setiap 3 orang beli tiket bukber (Rp 135.000 / orang) dapat 1 kupon undian berlibur ke Bali. Nanti akan kita undi tanggal 14 Juni 2026, ada 4 orang pemenang berlibur 3 hari 3 malam di Bali, dapat tiket pesawat PP, menginap 3 hari 3 malam di Bali, dan juga kita berikan uang saku,” pungkasnya.

Sementara itu, pada acara Bukber di Malak Ballroom ACC, Kabupaten Sorong, Sabtu (21/02/2026) di isi Tausiyah Special Ramadhan oleh Ustadz Abe Elkarogy, C.Ht, C.NLP., Pimpinan PPTQ An Nahl, dengan Tema: Kenapa Harus Puasa.
Dijelaskan oleh Ustadz Abe bahwa Puasa itu merupakan bentuk cinta dan kasih sayang Allah kepada seluruh manusia, terutama kepada orang-orang beriman. “Kalau misalnya ada program pemutihan pajak kendaraan apa yg kita lakukan? Pasti kita berbondong-bondong ke kantor Samsat, membawa segala persyaratannya untuk diputihkan tunggakan pajaknya. Setelah diputihkan benefitnya adalah kendaraan kita tidak ada tunggakan pajaknya lagi,” ujarnya.
Nah, Ramadhan ini kalau dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari ibarat pemutihan pajak. Apa yang diputihkan? Hati kita dari dosa. Kalau anak kita bertanya kenapa kita harus puasa, jawaban pertama, ini bukti cinta Allah kepada kita. Kedua, ini bonus yang selalu diberikan oleh Allah kepada kita setiap tahun, yaitu satu bulan Ramadhan. Bonusnya berupa ampunan dosa. Rasulullah bersabda: Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan hanya mengharap balasan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Sehingga kalau misalnya ada program pemutihan pajak, orang-orang yang menunggak pajaknya tidak mengambil program itu, berarti mereka kalau bukan orang bodoh, pasti orang malas. Demikian juga kalau Allah memberikan satu momentum bulan Ramadhan yang fungsinya untuk membersihkan hati dari dosa, tapi tidak diambil, berarti kalau tidak orang bodoh, pasti orang malas.
“In syaa Allah di sini adalah kumpulan orang-orang cerdas, kumpulan orang-orang yang semangat, maka mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang seiring Ramadhan ini berjalan Allah mengampuni dosa-dosa kita,” terangnya.
“Secara garis besar, kenapa kita harus berpuasa? Puasa itu bentuk rahmat, kasih sayang dan cinta Allah kepada kita, karena dengan puasa Allah menghapus dosa-dosa kita. Puasa juga melatih kita untuk berdisiplin, dan puasa melatih kita lebih berempati kepada orang lain,” tegasnya.
Dalam acara Bukber itu GM Aimas Hotel and Convention Center menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah.(akh)














