SORONG– Menanggapi aksi protes yang dilakukan sejumlah petugas kebersihan di Kantor Wali Kota Sorong pada Rabu (16/7), Direktur Kebersihan Kota Sorong dari PT Bangun Malamoi Indah, Jhon Haji Malibela, menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh manajemen baru.
“Saya tadi sudah ikut turun tangan. Saya sendiri angkat sampah dan buang ke kontainer. Sebagai anak Moi, saya tetap jaga kebersihan kota ini meski sedang ada unjuk rasa,” ujar Jhon saat diwawancarai usai aksi berlangsung. Ia juga berharap aksi tersebut murni dilakukan oleh para petugas kebersihan, bukan pihak-pihak yang menunggangi.
Menurut Jhon, pihaknya telah berusaha membangun komunikasi dengan kontraktor lama guna memastikan transisi pengelolaan kebersihan berjalan dengan baik. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kontraktor sebelumnya sulit diajak kerja sama. Saya sudah hubungi mereka dengan itikad baik, tapi nomor saya bahkan mungkin diblokir. Padahal saya ingin tanya jumlah karyawan mereka supaya bisa kami rekrut kembali,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa mayoritas tenaga kebersihan yang saat ini bekerja adalah petugas lama yang telah diintegrasikan ke dalam struktur baru. Meski begitu, jumlah tenaga kebersihan di Kota Sorong dinilai masih belum memadai.
“Saat ini ada 150 orang petugas. Kalau perlu, kami tambah jadi 200. Karena jumlah TPS di Kota Sorong sekitar 60 titik, belum termasuk area tambahan seperti supermarket dan kawasan padat lainnya,” terangnya.
Soal tudingan PHK sepihak, Jhon meluruskan bahwa tidak ada surat pemberhentian resmi dari manajemen PT Bangun Malamoi Indah. Menurutnya, pertanyaan tersebut seharusnya dialamatkan kepada pihak manajemen lama.
“Kami tidak pernah keluarkan surat PHK. Silakan tanya ke pihak manajemen lama, apakah mereka sudah sampaikan soal kontrak dan masa kerja kepada para karyawannya? Jangan salahkan Wali Kota atau Wakil Wali Kota,” tegasnya.
Meski sempat terjadi aksi demo, Jhon menyatakan pihaknya tetap terbuka untuk menerima kembali para petugas kebersihan yang bersedia bekerja sesuai kebutuhan kota.
“Kami siap terima mereka kembali. Bahkan sudah ada 10 sampai 20 orang dari tenaga lama yang saat ini sudah kami pekerjakan lagi. Karena saya percaya, selama masih ada niat baik, semuanya bisa diselesaikan,” pungkasnya.(zia)











