SORONG – Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., menanggapi tegas aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah eks petugas kebersihan yang mengklaim telah dipecat secara sepihak oleh Pemerintah Kota Sorong. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.
Menurut Anshar, para pendemo bukanlah karyawan dari Pemerintah Kota maupun dari PT. Bangun Malamoi Indah, melainkan mantan karyawan perusahaan lama yang selama 19 tahun menangani pengelolaan sampah di Kota Sorong.
“Perlu kami luruskan, yang demo itu bukan dari perusahaan yang sekarang. Mereka adalah karyawan dari perusahaan lama yang selama bertahun-tahun justru membuat Kota Sorong dikenal sebagai kota yang kotor,” ungkapnya kepada Radar Sorong, Kamis (17/7).
Anshar menjelaskan bahwa kontrak kerja sama antara Pemkot Sorong dan perusahaan lama telah resmi berakhir pada 30 Juni 2025. Setelah masa kontrak habis, pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan tersebut.
“Sekarang sedang proses lelang terbuka. PT. Bangun Malamoi Indah, yang dipimpin oleh Direktur Jhon Malibela, ikut dalam tender tersebut. Dari informasi yang kami terima, perusahaan lama juga ikut kembali dalam proses lelang,” jelasnya.
Wakil Wali Kota yang murah senyum ini menekankan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, sebab para pekerja tersebut bukanlah pegawai PT. Bangun Malamoi Indah, namun Perusahaan lama. Oleh karena itu, Anshar menilai klaim PHK sepihak yang disuarakan dalam aksi demonstrasi tidak berdasar.
“Kalau mereka bilang di-PHK, itu urusan antara mereka dan perusahaan lama. Kalau dengan Pemerintah Kota Sorong sudah berakhir kerjasamanya dan bukan pula karena perusahaan baru,” tegas Anshar.
Wakil Wali Kota juga menambahkan bahwa Terkait keberadaan PT. Bangun Malamoi Indah yang sudah mulai bekerja di lapangan meski proses lelang masih berlangsung.
“Kota ini tidak bisa dibiarkan kotor. Kalau sampah dibiarkan menumpuk, tidak ada yang angkut, maka bisa timbul masalah kesehatan dan lingkungan. Itulah mengapa ada penanganan darurat sambil menunggu hasil lelang selesai,” tutupnya.(zia)













