MANOKWARI – Polda Papua Barat melalui Tim Operasi Pekat II Mansinam, menangkap dua terduga pelaku bandar judi togel beserta anak buahnya, Selasa (13/9) siang sekitar pukul 12.00 WIT di Jalan Serayu Sanggeng Kabupaten Manokwari.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Kombes Pol Novia Jaya melalui Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Iya benar, tadi siang berhasil menangkap dua pelaku judi togel dengan inisial NK dan BA berjenis kelamin perempuan dan kini pelaku tengah dilakukan pemeriksaan,” kata Kombes Adam Erwindi.
Ia menjelaskan dari penangkapan dua terduga pelaku tersebut, Polda Papua Barat mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 4.923.000, satu buah kantong kupon, dua kalkulator, beberapa alat tulis kantor (ATK) dan baliho shio. “Perjudian merupakan penyakit masyarakat dan menjadi salah satu atensi Kapolda untuk menciptakan situasi kamtibmas kondusif dan mencegah terjadinya potensi gangguan yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua Barat,” jelasnya.
Imbas penangkapan bandar togel tersebut, sejumlah masyarakat melakukan aksi blokade atau pemalangan jalan di lampu merah Sanggeng yang mengakibatkan jalan dari Angkatan Laut menuju kota dan sebaliknya lumpuh total. Terlihat sejumlah masyarakat melakukan aksi pemalangan tersebut dengan membakar ban bekas di tengah-tengah jalan. Akibat terjadi aksi tersebut sejumlah pertokoan hingga perbankan dengan cepat tutup karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak berselang lama dari aksi pemalangan tersebut, sejumlah anggota kepolisian dari Polres Manokwari turun untuk mengamankan wilayah tersebut. Kapolres Manokwari pun terlihat turun langsung meredam massa. Ketika Kapolres Manokwari baru saja datang di lokasi, terlihat sebanyak dua kali lemparan batu mengarah ke kendaraan yang ditumpangi Kapolres Manokwari.
Personel Polres Manokwari yang datang bersamaan dengan Kapolres Manokwari, terlihat menahan diri dari lemparan batu tersebut. Kapolres Manokwari mendatangi sejumlah masyarakat untuk bernegosiasi agar situasi kembali normal dan arus lalu lintas berjalan dengan lancar. Setelah sekitar satu jam melakukan negosiasi dengan sekelompok masyarakat, akhirnya palang dibuka dan arus lalu lintas berjalan lancar.
Kapolres Manokwari, AKBP Parasian H Gultom mengatakan pemalangan tersebut akibat terjadinya penangkapan terduga perjudian togel, pihak keluarga menyayangkan dengan proses penangkapan yang dilakukan oleh tim dari Polda Papua Barat. “Tidak seperti yang mereka (keluarga) pikirkan bahwasannya harus disampaikan terlebih dahulu, kemudian diajak baik-baik dan sebagainya,” ujarnya kepada wartawan.
Ia mengungkapkan bahwa pada dasarnya warga setempat tidak menyukai dengan adanya aktivitas perjudian togel tersebut. Warga juga mendukung dengan adanya penangkapan, pengungkapan serta pemberantasan perjudian. “Hanya saja ada yang tidak pas dalam proses penangkapannya,” ucapnya.
Saat terjadinya pemalangan, sejumlah masyarakat mengatakan bahwa pihak kepolisian dari PAM Wariori dan Polsek Kota Manokwari sering mendapatkan amplop-amplop ‘jatah preman’ dari perjudian togel. Terkait hal ini, Gultom mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan akan melakukan konfirmasi kepada tim yang melakukan penangkapan. “Tentunya hal tersebut nanti akan ada penyelidikan lebih mendalam yang akan dilakukan oleh Polda Papua Barat,” ucap Gultom. (bw)














