MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou melakukan audiensi dengan pedagang terkait pembangunan pasar Sanggeng, Rabu (15/2).
Pada pertemuan tersebut, Bupati meminta untuk pedagang mengosongkan pasar Sanggeng untuk tahap pembangunan.
“Mau tidak mau, siap tidak siap, bukan Maret Pasar Sanggeng harus sudah kosong,” ujarnya.
Hermus Indou mengatakan pembangunan pasar Sanggeng untuk melayani masyarakat untuk itu perlu adanya persamaan persepsi antara pemerintah daerah dengan asosiasi pedagang.
“Kita berkorban sedikit, nanti kalau sudah selesai pembangunan akan kembali lagi dan jauh lebih baik,” ucapnya.
Pedagang pasar Sanggeng, memang sudah direncanakan untuk pindah ke pasar sementara yang telah pemerintah daerah siapkan.
“Di pasar sementara, kita akan akomodir pedagang aktif hingga tuntas. Nanti pemda yang atur penempatan lokasi pedagang,” tuturnya.
Ia menyebutkan pembangunan pasar sementara di belakang kantor perbankan untuk para pedagang pasar Sanggeng sudah mencapai 83 persen.
“Pembangunan pasar sementara sudah mencapai 83 persen,” sebutnya.
Ia menjelaskan berkaitan dengan ganti untung dampak pembangunan pasar Sanggeng, pemerintah daerah akan menghitung terlebih dahulu dan mengeluarkan regulasi tahapan pembayarannya.
“Kita akan susun regulasi tahapan pembayaran. Nanti ada tim yang akan turun menghitung besaran ganti untung,” jelas Bupati.
Pada pertemuan tersebut, sempat terjadi ketegangan antar pedagang lantaran adanya tanah sengketa kepemilikan.
Menyikapi hal itu, Bupati meminta terus menjalankan penyelesaian di pengadilan dan akan melakukan pembayaran setelah ada putusan dari pengadilan.
“Semua tetap kita eksekusi meskipun ada sengketa. Kita akan meminta pendapat hukum dari kejaksaan, ketua pengadilan untuk mendapatkan legal opinion,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, Yan Ayomi mengatakan pasar sementara bisa menampung 570 pedagang.
“70 pedagang kios, 500 pedagang emperan, hamparan dan tempelan,” rincinya.
Ia menjelaskan pembangunan pasar sementara sudah 3 bulan lamanya sejak November 2022 lalu.
Berkaitan dengan perhitungan ganti untung, pihaknya telah menyiapkan tim Apresol untuk menghitung besaran biayanya.
“Semuanya akan kita nilai mulai dari luas tanah, bangunan dan beberapa item lainnya,” kata Ayomi.
“Terdapat 88 objek tanah dan bangunan dari 29 orang baik pribadi ataupun keluarga berupa toko, kios dan lainnya,” tambahnya. (bw)















