• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 3 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ampas Sagu Sumber Pakan Potensial Budidaya Maggot

by REDAKSI
10 Juni 2026
in Nasional, Nusantara, Papua Barat Daya, Sorong Raya
0
Ampas Sagu Sumber Pakan Potensial Budidaya Maggot

Kadis LH PBD, Julian Kelly Kambu,ST,MSi memberikan pakan berupa Maggot yang dihasilkan dari budidaya Maggot menggunakan ampas sagu, kepada ikan peliharannya. (Dok/Radar Sorong)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Maggot Solusi Jitu Atasi Permasalahan Sampah Organik

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas LIngkungan Hidup, dalam mengatasi permasalahan sampah khususnya sampah organic akan fokus pada pemanfataan Black Soldier Fly (Lalat Tentara Hitam) yang larvanya (Maggot) sangat efektif mengurai sampah organic dengan cepat dan juga bernilai ekonomis tinggi. Ditemui Radar Sorong di kediamannya, Rabu (10/6/26), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu,ST,MSi mengatakan, maggot merupakan ‘mesin’ biokonversi yang untuk saat ini merupakan solusi paling jitu dalam menyelesaikan masalah sampah organic.

Berita Terkait

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi

3 Agustus 2026
29
Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin

Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin

2 Agustus 2026
6
Ketua KONI PBD Elisa Kambu & Pengurus Periode 2026-2030 Dilantik Ketum Marciano

Ketua KONI PBD Elisa Kambu & Pengurus Periode 2026-2030 Dilantik Ketum Marciano

30 Juli 2026
16

Budidaya Maggot juga dapat menimbulkan efek ganda yang sangat positif bagi lingkungan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Bagaimana tidak, Maggot yang dapat mengurai sampah organic lebih cepat, merupakan competitor utama sehingga dapat menghalangi perkembangbiakan lalat hijau. Dengan melahap habis sampah organic jauh lebih cepat, Maggot menghilangkan sumber makanan yang juga diincar lalat hijau untuk bertelur, sehingga secara tidak langsung memberi manfaat kesehatan karena bisa meminimalisasi perkembangbiakan lalat hijau sebagai salah satu sumber penyebaran penyakit.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Maggot yang mengurai sampah organic dengan cepat bisa meminimalisasi gas metana dari hasil penguraian sampah oleh bakteri anorganik di lingkungan yang minim oksigen. Efek positif lainnya, Maggot yang dibudidayakan dari pemanfaatan sampah organic, memiliki kandungan protein tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, ikan dan sebagainya. Dalam skala komersil, bisa menjadi sumber cuan yang sangat potensial.\

“Kami sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, terus melakukan inovasi, terobosan bagaimana menyelesaikan permasalahan sampah organic di wilayah Papua Barat Daya.  Kami akan lakukan sosialisasi kepada semua teman-teman warga masyarakat, namun sebelum itu kami juga melakukan beberapa eksperimen untuk menangani masalah sampah organic. Yang sudah kami lakukan misalnya pemanfaatan sampah organic dengan menggunakan Black Soldier Fly sebagai solusi untuk mengurai sampah seperti ampas sagu, ampas kelapa, ampas sawit, sisa sayur, buah, nasi, ikan, semua food wet itu bisa diolah dengan menggunakan maggot. Maggot ini adalah mesin biokonversi solusi paling jitu untuk menyelesaikan masalah sampah organic,” kata Kelly Kambu.

Khusus untuk ampas sagu, pihaknya lanjut Kelly seminggu terakhir mencoba melakukan eksperimen dengan menggunakan ampas sagu untuk pakan Maggot. Hasilnya, ampas sagu penguraiannya sangat luar biasa. Sagu yang biasanya di-ayak untuk diambil tepung sagunya, kemudian sampahnya dibuang, pihaknya mengambil ampasnya untuk dimanfaatkan sebagai pakan bagi maggot. “Kalau kita kasih langsung ampas sagu kepada ternak, mungkin tidak dimakan, tapi ketika kita memanfaatkan pola rantai makanan, ampas sagu kita berikan ke Maggot, Maggot mengurainya, kemudian Maggot itulah yang kita berikan sebagai pakan ternak. Bahkan sisa dari Maggot, kotorannya, itu bisa menjadi pupuk. Jadi, ampas sagu punya manfaat dan nilai ekonomis sekunder bagi kita di tanah Papua secara umum, khususnya di Papua Barat Daya yang memiliki potensi sagu melimpah,” jelas Kelly Kambu.

Kadis LH PBD, Julian Kelly Kambu,ST,MSi membudidayakan Maggot dengan memanfaatkan ampas sagu sebagai pakan, di kediamannya. (Rusmin/Radar Sorong)

Untuk diketahui, Papua Barat Daya merupakan salah satu provinsi penghasil sagu, dan tepung sagu yang dihasilkan dari pohon sagu merupakan makanan pokok masyarakat asli Papua. Di PBD, sebaran sagu terbanyak berada di wilayah Kabupaten Sorong Selatan dengan luasan mencapai 148 ribu hektar. Selama ini, yang paling umum dimanfaatkan dari pohon sagu adalah tepung sagu-nya untuk sumber makanan, padahal masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan dari sagu, misalnya gula cair dari sagu, mie sagu, beras analog dari sagu. Dalam skala industry, sagu juga bisa sebagai sumber penghasil bahan bakar melalui briket sagu, juga sebagai sumber penghasil energy listrik.

Pengolahan untuk mendapatkan tepung sagu dilakukan melalui ekstraksi pati dari empulur batang pohon sagu. Prosesnya meliputi penebangan pohon, penghalusan batang melalui cara ditokok atau diparut, pencucian dan pemerasan dengan air untuk mengambil saripatinya, pengendapan, hingga pengeringan endapan sehingga dihasilkan tepung sagu. Ampas sagu hasil ekstraksi, selama ini umumnya terbuang percuma dan terurai kembali di alam. Padahal, ampas hasil ekstraksi sagu ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan dalam budidaya Maggot, sehingga tentunya masih memiliki nilai ekonomis bila bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Pihaknya lanjut Kelly, sudah berkomunikasi dengan salah satu guru besar di Institut Pertanian Bogor yang spesifikasinya terkait sagu, dan menceritakan banyak hal tentang potensi sagu, bahkan sagu bisa sebagai pengganti beras, sagu bisa sebagai sumber penghasil minyak goreng, juga sebagai penghasil pakan yang lain, bahkan ampasnya dengan memanfaatkan Black Soldier Fly bisa sebagai sumber pakan bagi ternak sapi, ayam, ikan dan sebagainya. “Kami sudah coba dalam skala rumahan memanfaatkan ampas sagu sebagai pakan Maggot, dan Maggot sebagai sumber pakan bagi 20 ekor ikan koi peliharaan kami, sehingga tidak lagi menggunakan pakan yang mahal biasanya satu karung 5 Kg kurang lebih 400 ribu yang habis dalam satu atau dua minggu,” ucapnya.

Mengatasi permasalahan sampah khususnya di wilayah Papua Barat Daya, pihaknya lanjut Kelly, akan fokus pada pemanfaatan Maggot. “Solusinya kita manfaatkan sampah organic yang dihasilkan dari sisa rumah tangga sebagai pakan Maggot, yang sangat berpotensi bila kita bisa berdayakan dalam skala besar bisa menjadi salah satu sumber cuan yang sangat potensial. Maggot ini multiplayer effect, dari sisi lingkungan bisa meminimalisasi munculnya gas metana hasil penguraian sampah organic, dari sisi ekonomi itu bernilai ekonomis tinggi karena bisa dijual dalam bentuk maggot kering atau maggot fresh yang kaya protein sebagai pakan ternak, ikan dan sebagainya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pihaknya akan mencoba mengajak kolaborasi OPD-OPD teknis untuk kita keroyokan menyelesaikan permasalahan sampah secara bersama-sama. Para pengambil kebijakan dan instansi teknis terkait di tingkat kabupaten/kota, termasuk juga distrik dan lurah, disilahkan mengunjugi Rumah Maggot Keli di Aimas, untuk nantinya biasa diaplikasikan di daerahnya masing-masing untuk mengatasi masalah sampah organic.  “Kelebihan lainnya, kalau ada Maggot, lalat hijau yang biasanya berkerumun di sampah basah, tidak akan datang, kalah bersaing dengan Maggot, saya sudah eksperimen terkait ini. Selain itu, sampah organic yang dimanfaatkan maggot juga tidak menimbulkan bau tak sedap, sehingga bisa dibudidayakan di sekitar rumah juga tidak ada masalah. Dari sisi kesehatan juga dapat karena Maggot tidak membawa penyakit. Maggot ini solusi terbaik, solusi paling jitu saat ini untuk mengatasi masalah sampah organic,” tegas Kelly Kambu. (ian)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Polda PBD Gelar Silaturahmi Kamtibmas

Next Post

Ditpolairud dan Bid Dokkes Polda Papua Barat Daya Gelar Sambang Nusa Presisi dan Bakti Sosial untuk Nelayan

Related Posts

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi
Nasional

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi

3 Agustus 2026
29
Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin
Papua Barat Daya

Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin

2 Agustus 2026
6
Ketua KONI PBD Elisa Kambu & Pengurus Periode 2026-2030 Dilantik Ketum Marciano
Papua Barat Daya

Ketua KONI PBD Elisa Kambu & Pengurus Periode 2026-2030 Dilantik Ketum Marciano

30 Juli 2026
16
Kapolda Brigjen Audie Hadiri Musorprovlub KONI Papua Barat Daya
Papua Barat Daya

Kapolda Brigjen Audie Hadiri Musorprovlub KONI Papua Barat Daya

29 Juli 2026
15
Ketua Mabida Kwarda Gerakan Pramuka Lepas Kontingen Pramuka PBD Untuk Ikuti Jamnas XII 2026 di Jakarta
Papua Barat Daya

Ketua Mabida Kwarda Gerakan Pramuka Lepas Kontingen Pramuka PBD Untuk Ikuti Jamnas XII 2026 di Jakarta

29 Juli 2026
8
Elisa Kambu Terpilih sebagai Ketua KONI PBD
Papua Barat Daya

Elisa Kambu Terpilih sebagai Ketua KONI PBD

29 Juli 2026
19
Next Post
Ditpolairud dan Bid Dokkes Polda Papua Barat Daya Gelar Sambang Nusa Presisi dan Bakti Sosial untuk Nelayan

Ditpolairud dan Bid Dokkes Polda Papua Barat Daya Gelar Sambang Nusa Presisi dan Bakti Sosial untuk Nelayan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi

Bertemu Presiden Prabowo, KADIN PBD Dorong Pariwisata dan KEK Sorong Jadi Motor Ekonomi

3 Agustus 2026
Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin

Kapolda Papua Barat Daya Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Anggota yang Langgar Disiplin

2 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!