Wali kota : Ada Dana Tapi Administrasi Nakes Harus Akurat
SORONG – Pemerintah Kota Sorong menyiapkan dana Rp 2 Miliar untuk membayar insentif Covid-19 dan Insentif Vaksinasi tenaga kesehatan (nakes). Dimana Rp 1 miliar untuk nakes RSUD Sele Be Solu dan Rp 1 miliar untuk nakes 10 Puskesmas se-Kota Sorong yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19 dan Vaksinasi.
Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan, persoalan insentif Covid-19 dan Insentif Vaksinasi tenaga kesehatan secara nasional sampai ke provinsi, kabupaten-kota tidak berdiam diri, tetapi siap melakukan hal-hal yang berkaitan dengan hak-hak yang melekat pada pegawai negeri sipil dan juga pihak lain yang terlibat juga.
”Jadi ini diatur baik. Covid-19 semakin tinggi, kebutuhan anggaran semakin tinggi dan pengaruh tentunya. Tetapi kemampuan APBD kita yang lemah. Kita mau bikin apa, gak bisa. Kita mimpi, kita punya angan-angan, kita bercita-cita mau buat ini dan itu tapi kemampuan APBD tidak memungkinkan,” jelasnya kepada awak media di Kantor Wali Kota Sorong, Sabtu (11/6).
”Akhirnya siapa pun dia harus berhadapan dengan hal tersebut karena ada hal-hal yang ditunda termasuk APBD,” sambungnya. Menurut, Wali Kota, berkaitan dengan demo para nakes RSUD Sele Be Solu, direktur dinilai tidak mampu memberikan penjelasan kepada para nakesnya.
”Mengapa dibiarkan. Pemimpin harus merangkul stafnya baik, untuk membantu kepala daerah,” ujar Lambert Jitmau. Lanjut dikatakan, ada dana, tapi negara tidak mungkin membiarkan uang dikeluarkan tanpa prosedur dan administrasi yang baik. Jangan kita cairkan dana tanpa prosedur yang dilakukan secara baik. Dikatakan Wali Kota “Uang kamu punya, tapi administrasi kami punya. Yang penting data administrasi secara akurat,”.
”Bukan uang tidak ada, tapi mereka tidak pernah mampu mengerjakan administrasi yang berkaitan dengan penggunaan APBD. Jadi ada keterlambatan karena administrasi yang belum diselesaikan. Jadi kami siap Rp 2 Miliar, dimana Rp 1 miliar untuk nakes RSUD Sele Be Solu dan Rp 1 miliar untuk nakes Puskesmas,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu Kepala Puskesmas Klasaman Kota Sorong,dr.Levina yang mewakili 10 puskesmas se-Kota Sorong menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sorong.
”Saya mewakili 10 kapus menyampaikan permohonan maaf kepada bapak wali kota, sekaligus kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak wali kota yang telah membayar insentif Covid-19 dan Insentif Vaksinasi pada tahun 2022,” pungkasnya.(zia)















