MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi mengingatkan 1.486 bintara Polri afirmasi otonomi khusus (Otsus) agar bekerja dengan baik, menjauhi minuman keras beralkohol (miras). “Saya ajak kita semua ya, mari kita jauhi miras, miras jauh dari kita, kita jauhi narkoba, lem fox, lem aibon, jauh dari kekerasan,” pesan Gubernur ketika memberi pembekalan pada 1.496 bintara afirmasi Otsus, di Polda Papua Barat, Rabu (12/1).
Sebanyak 1.496 bintara Polri ini baru menyelesaikan pendidikan di sejumlah Sekolah Polisi Negara (SPN). Saat ini mereka mengikuti pembekalan Nilai-Nilai Kebangsaan yang dilaksanakan di Polda selama 1 bulan. Kemarin, mereka mendapatkan pembekalan dari Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Ketua MRP PB Maxsi Ahoren dan Ketua DPR PB diwakili Ketua Fraksi Otsus George Dedaida. Para bintara, 909 orang di antaranya Polwan duduk rapih di dalam ruangan Arfak Hall dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebagian ditempatkan di luar gedung.
Sebagai aparat pemerintah, harus menjadi contoh yang baik dan panutan masyarakat. Telah diberi kepercayaan sebagai anggota polisi, maka kesempatan ini dimanfaatkan dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, bekerja dengan baik. “Kalau kita jalan lurus, masyarakat juga akan jalan lurus. Tetapi kali kita jalan ke kiri, masyarakat juga akan ke kiri,” pesan Gubernur.
Hal senada juga disampaikan Ketua MRP Maxsi Ahoren. Dia menilai perekrutan 1.496 bintara Polri afirmasi Otsus layak tercatat dalam sejarah Provinsi Papua Barat. Ini dapat terwujud berkat perjuangan Gubernur dan para bupati/walikota, MRP PB maupun DPR PB.
Maxsi Ahoren membeberkan bagaimana proses perekrutan. Banyak pemuda-pemudi Papua maupun keluarganya berunjuk rasa di kantor MRP PB menyampaikan berbagai tuntutan. Kuota disepakati kategori A (kedua orang tua asli Papua) 70%, salah satu orang tua 20% dan 10 % jatah non Papua yang lahir di Papua Barat. ‘’Komitmen itu diambil MRP. Puji Tuhan, itu semua berjalan dengan baik,’’ tutur Ahoren.
Ketua MRP PB mengaku bangga dengan keberadaan 1.496 bintara Polri yang merupakan putra-putri Papua. Namun dia mengingatkan agar para bintara bekerja baik dan melayani masyarakat. “Kalian masuk jadi anggota Polri menggunakan dana Otsus, dana dari air mata orang Papua. Ingat dan camkan itu. Kalian sekaran bukan lagi polisi Otsus, tetapi polisi Negarai Kesatuan Republik Indonesia, paham ya,” tegas Ahoren.
Ahoren menuturkan, para bintara Polri afirmasi Otsus merupakan perwakilan dari 13 kabupaten/kota, telah melewati berbagai tahapan seleksi, menyelesaikan pendidikan di SPN dan Pusdik. Sehingga, para bintara ini tak ditempatkan di luar Papua Barat. ‘’Tidak boleh ditempatkan di luar Papua Barat. Mereka tetap bertugas di wilayah Papua Barat,’’ pesan Ketua MRP PB.
Dia juga meningatkan kepada para bintara untuk selalu menjaga nama baik orang asli Papua (OAP). Jangan sampai ada yang dimasukan di penjara dan diproses hukum karena melakukan pelanggaran dan mabuk-mabukan. “Stop miras, jaga nama baik orang asli Papua. Orang tua sangat mengharapkan kalian menjadi kebanggaan keluarga. Lakukan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, institusi Polri maupun tanah Papua,” imbuhnya.(lm)














