SORONG – Rencana pembukaan penerbangan internasional langsung dari Kota Sorong mendapat dukungan dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas. Dalam kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Senin (8/6/2026), ia menekankan pentingnya penguatan layanan keimigrasian sebagai langkah strategis menjadikan Sorong sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara menuju Raja Ampat dan wilayah Papua Barat Daya.
Menurut Yan Mandenas, posisi Sorong yang menjadi gerbang utama menuju kawasan wisata dunia Raja Ampat harus didukung dengan fasilitas dan pelayanan keimigrasian yang memadai. Karena itu, peningkatan sarana, sumber daya manusia, serta peralatan pendukung di Kantor Imigrasi Sorong perlu menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Kita mendorong peningkatan sarana, SDM, dan peralatan imigrasi untuk mendukung terlaksananya penerbangan internasional di Sorong. Wisatawan nantinya bisa langsung masuk melalui Sorong tanpa harus transit di Bali atau Jakarta,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan layanan imigrasi yang semakin baik akan mempercepat proses pemeriksaan dokumen wisatawan asing sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Raja Ampat dan daerah lain di Papua Barat Daya.
Selain mendukung pembukaan jalur penerbangan internasional, Yan juga mendorong masyarakat Papua Barat Daya untuk memiliki paspor. Menurutnya, kepemilikan paspor dapat membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, peluang ekonomi, hingga mobilitas ke berbagai negara.
Dalam kunjungan tersebut, Yan mengungkapkan bahwa dirinya tengah memperjuangkan pembentukan Kantor Wilayah Imigrasi di Papua Barat Daya yang nantinya berkedudukan di Sorong. Upaya itu, kata dia, telah dibicarakan bersama Pemerintah Kota Sorong terkait kesiapan lahan maupun gedung yang dapat digunakan.
“Saya sedang dorong agar Kanwil Imigrasi bisa hadir di Papua Barat Daya sehingga pelayanan keimigrasian lebih dekat dan efektif,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait sangat dibutuhkan untuk memperkuat layanan keimigrasian. Salah satu faktor pendukung utama adalah peningkatan fasilitas di Bandara Domine Eduard Osok Sorong agar mampu melayani penerbangan internasional secara optimal.
Sementara itu, Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Christopel Marampa Andilolo, menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini adalah belum tersedianya terminal internasional yang memadai di Bandara Sorong.
Menurutnya, keberadaan terminal internasional sangat penting agar petugas imigrasi, bea cukai, dan karantina memiliki ruang pelayanan yang representatif dalam melayani penumpang dari luar negeri.”Kalau terminal internasional sudah tersedia, tentu pelayanan akan lebih cepat dan rute penerbangan internasional reguler lebih mudah dibuka,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Christopel juga berharap wilayah pelayanan Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana tetap berada di bawah cakupan Kantor Imigrasi Sorong.
Menurutnya, akses transportasi menuju Sorong jauh lebih mudah dan lebih efisien bagi masyarakat dibandingkan harus menuju Manokwari.
Menanggapi usulan tersebut, Yan Mandenas menyatakan akan memperjuangkannya dalam pembahasan di tingkat pusat.”Secara akses transportasi memang lebih mudah melalui Sorong. Ini akan kita sampaikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap efektif dan efisien,” kata Yan.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus penguatan sektor keimigrasian di Papua Barat Daya, terutama dalam mendukung pengembangan konektivitas internasional, pariwisata, dan pelayanan publik yang lebih dekat kepada masyarakat.(*/zia)













