• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 25 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Cegah Penumpukan Sampah di TPA, Dinas LH Papua Barat Daya Prioritas Daur Ulang Sampah Organik

by REDAKSI
19 Februari 2026
in Berita Utama
0
Cegah Penumpukan Sampah di TPA, Dinas LH Papua Barat Daya Prioritas Daur Ulang Sampah Organik
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

SORONG–  Setelah dilantik oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S,Sos sebagaobKepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST, M.Si yang sebelumnya memimpin Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (LHKP) mengatakan 3 bidang yang ditagani sebelumnya itu seksi, menarik dan sensitif.

Kepala Dinas LH PBD, Julian Kelly Kambu, ST, M.Si memberi makan itik di rumah magot Aimas dengan menggunakan pakan ternak magot.(rosmini/RadarSorong)

Menurutnya tiga bidang tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat baik kepada masyarakat, investor maupun kepada pemerintah daerah, provinsi maupun pemerintah  pusat.

Berita Terkait

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
40
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
57
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888

Mengemban tugas khusus membidangi Lingkungan Hidup, Kelly Kambu mengatakan ada beberapa yang jadi perhatian untuk dilaksanakan. Salah satunya, adanya perintah Presiden RI saat mengumpulkan semua kepala daerah, TNI-Polri belum lama ini, untuk perang terhadap sampah.

ADVERTISEMENT

“Nah itu konsen kami yang pertama, untuk sampah organik dan sampah anorganik, di Provinsi Papua Barat  Daya saat masih di Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan, dimana saya sebagai kepala dinas, kami telah memperjuangkan dana iklim. Itu kurang lebih ada Rp 17 miliar dia masuk dana non APBD. Dari dana ini ada yang kami sisihkan untuk pembangunan rumah magot, dan motor sampah,”ujar Kadis LH Papua Barat Daya, Kelly Kambu.

Lanjut dijelaskan, pembangunan rumah magot (sejenis belatung) diprioritaskan untuk mengolah sampah organik jadi sumber makanan bagi ikan, ayam, itik petelur dan lainnya yang sangat potensial untuk dijual kembali.

“Kita punya potensi itu karena sampah organik semakin hari semakin banyak mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi Papua Barat Daya. Sehingga prioritas kami adalah mengawal kebijakan Bapak Presiden untuk wajib korvei sampah,”tandasnya.

“Tapi kalau korvei sampah kita hanya bersih-bersih kemudian buang ke TPA itu juga tidak menyelesaikan masalah. Terjadi penumpukan sampah di TPA. Dan dimana ada penumpukan sampah maka disitu ada gas metan. Dan gas metan ini sebagai sumber penyebab gas rumah kaca. Dan gas rumah kaca ini sebagai penyebab pemanasan global. Pemanasan global ini menimbulkan perubahabn iklim. Dan perubahan iklim ini yang menimbulkan berbagai bencana,”terang Kelly Kambu.

Solusi dari mata rantai yang disebutkan tersebut, Kelly Kambu menegaskan maka kita harus mengolah sampah, daur ulang sampah. Tidak boleh terjadi penumpukan sampah di TPA.

“Sehingga kalau kita mengikuti Bapak Menteri Lingkungan Hidup, sebagian TPA-TPA harus ditutup kalau yang tidak dilakukan secara open dumping termasuk di Kota Sorong juga itu open dumping. Di Raja Ampat, masyarakat adat juga menolak untuk dilakukan TPA open dumping,”tandas Kadis LH Papua Barat Daya, Kelly Kambu. 

Dikatakan, hal ini menjadi tantangan bagi  pihaknya untuk bagaimana menerjemahkan perintah  Presiden. 

“Dan Bapak Gubernur sendiri sudah memerintahkan untuk segera  kita lakukan rapat koordinasi dengan  bupati, wali kota untuk menyusun langkah-langkah strategis penanganan sampah. Jadi pengurangan dan penanganan. Sampah itu ada 2, sesuai UU Nomor 18 tahun 2009 itu penanganan dan pengurangan sampah,”jelasnya,

Papua Barat Daya lanjut Kelly Kambu memilik potensi sampah organik, dimana dari potensi yang ada bisa dibuat pabrik sampah organik.

Selain itu juga bisa ada  badan usaha untuk mengelola sanpah organik yang ada di Kota dan Kabupaten di Papua Barat Daya.  Lebih lanjut, Kadis LH juga menjelaskan proses  produksi magot dimana dari lalat BSF yang bertelur kemudian menghasilkan magot.

Dari magot itulah yang mengurai sampah organik. Dari produksi magot bisa jadi pakan ternak untuk ayam, itik dan lainnya.

Dikatakan, selama ini tepatnya dari 2023-2026 pihaknya melakukan pendampingan dan  experimen. Hal ini merupakan solusi dalam menangani sampah khususnya sampah organik.

“Di Aimas  kami mendampingi  salah satu komunitas yang sudah berhasil. Artinya kami secara kebijakan melakukan intervensi kebijakan dengan dana iklim untuk pembangunan rumah mabot. Rumah mabot ini yang pertama di Papua, untuk mengurai sampah organik,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, kedepan pengolahan sampah organik ini menjadi potensi untuk dikembangkan di kota dan  seluruh kabupaten di Papua Barat Daya.

“Misalnya di kabupaten, kota, setiap distrik,  kelurahan itu harus punya rumah-rumah mabot. Sehingga sampah-sampah organik, seperti makanan, sisa  sayur, dan lain-lain tidak langsung dibuang ke TPS, kemudian dari TPS ke TPA, tetapi ini diolah langsung sehingga bisa digunakan untuk sumber makanan ikan, itik dan lainnya. Selain itu sisanya bisa jadi pupuk organik yang punya nilai NPKnya sangat baik,”terang Kelly Kambu.

Soal berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk mendirikan rumah magot, menurut Kadis LH, nilainya tergantung dari wilayah dan rencana kedepan mau menghasilkan apa. 

Hasil akhir dari rumah magot itu apakah dipakai untuk kepentingan bisnis atau hanya sekedar menyelesaikan sampah organik di tingkat distrik atau ditingkat kelurahan.

ADVERTISEMENT

“Jadi kedepan akan kami lakukan pertemuan dengan semua kepala distrik atau lurah di kota. Saya akan minta mereka siapkan lahan untuk kami bangun, dari provinsi bangun rumah-rumah magot. Kalau yang sekarang kami bangun di Aimas itu panjang 15,  lebar 9 meter,”tandasnya.

Dengan adanya rumah magot maka sampah organik tidak ikut terbawa, terbuang semua ke TPA sehingga jadi sumber gas metan,  sebagai sumber gas rumah kaca, penyebab pemanasan global dan perubahan iklim sehingga terjadi longsor, kekeringan dan tidak bisa diprediksi lagi karena terjadi perubahan itu

“Jadi  secara tidak langsung kita mengolah sampah  organik artinya kita ikut menurunkan perubahan iklim, pemanasan global. Sampah itu sebagai sumber gas metan yang perlu kita kurangi,”ujarnya.

Dalam produksi magot, menurutnya pemerintah bisa intervensi dalam kebijakan anggaran dengan melibatkan para pemuda yang menganggur untuk mengelola sampah-sampah organik.  Dimanahasilnya jadi sumber pakan yang sangat potensi untuk dijual. (ros)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Tausiyah Special Ramadhan di ACC Berhadiah Liburan ke Bali

Next Post

Program Undian SIMPATI HOKI Telkomsel, Pelanggan dari Nabire Raih Hadiah Liburan

Related Posts

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card
Berita Utama

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
40
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
57
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak
Berita Utama

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888
Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
206
Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
599
Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!
Berita Utama

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
102
Next Post
Program Undian SIMPATI HOKI Telkomsel, Pelanggan  dari Nabire Raih Hadiah Liburan

Program Undian SIMPATI HOKI Telkomsel, Pelanggan dari Nabire Raih Hadiah Liburan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!