Finsen Mayor : Gaji Pertama untuk Tuhan
SORONG – Berhasil meraih suara terbanyak yakni 63.416 suara, anggota DPD RI terpilih Paul Finsen Mayor, S.IP, CM.NNLP Minggu sore (17/3) di Gedung Sirambe Km 8 menggelar acara syukuran. Acara syukuran diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt Matias Mayor, Ketua Kasis GKI di Tanah Papua, Klasis Tambrauw. Ibadah syukur yang berlangsung khidmat juga diikuti dengan doa pengantaran Paul Finsen Mayor sebagai anggota DPD RI terpilih langsung dari hamba-hamba Tuhan yang hadir pada acara syukuran.
Dengan terpilihnya Finsen Mayor sebagai anggota DPD RI dengan suara terbanyak, Mesak mambraku, ST anggota MRP Papua Barat Daya Pokja Adat mengatakan sedikit mendapat kekuatan baru karena skema perjauangan MRP PBD adalah memperjuangkan hak-hak orang asli Papua (OAP). “Hari ini kita sudah mendapatkan mandat baru yang diberikan kepada Finsen Mayor, maka kekuatan kita akan bisa didengar oleh negara,”ujar Mesak Mambraku.

Dari visi misi yang digaungkan Finsen Mayor yakni dibidang lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan bidang kesehatan, Mesak Mambraku mengatakan MRP PB siap berkolaborasi untuk membuktikan visi misi itu secara bersama-sama. “Kami bukan menasehati bapak dewan, dengan suara 63.416, agar tetap dipertahankan, tetap merendah dan kami siap untk bersama-sama berkolaborasi dengan bapak dewan untuk mewujdukan harapan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya,”ujar Mesak Mambraku.
Sementara itu Paul Finsen Mayor dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas anugerah yang diberikan dan semua pihak yang telah membantunya hingga dirinya berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024.
Ditegaskan bahwa kemenangan meraih suara terbanyak bukanlah hasil dari sogokan atau money politik, melainkan merupakan murni suara rakyat. “Ada yang saya sogok ka, ini merupakan suara murni. Kalaupun ada suara yang dikurangi, tapi kita tetap jadi nomor satu,”ujar Finsen Mayor yang disambut tepuk tangan gemuruh dari masyarakat yang memadati ruangan Gedung Sirambe Km 8.
Sesuai tema yang diusung “ Mari Kita Kerja Nyata dan Nyata-Nyata Kerja, Kita Kerjasama dan sama-sama Kerja” Paul Finsen Mayor mengatakan, persoalan mendasar di Tanah Papua khususnya di Provins Papua Barat Daya adalah kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja. Untuk pemenuhan lapangan kerja, secara tegas Paul Mayor mengatakan akan memperjuangkan untuk membatasi masuknya orang dari luar Papua, khususnya orang dari luar Papua yang datang kerja di Papua Barat Daya.
“Akibat orang dari luar Papua terlalu banyak datang itu membuat anak-anak di Papua, banyak sekali anak-anak Papua ngaggur . Angka kemiskinan bukan turun tapi naik terus karena apa ? karena orang dari luar Papua, orang miskin semua datang ke Papua. Akhirnya orang Papua miskin terus. Bagaimana kita mau urus orang miskin di Papua Kalau orang miskin dari luar Papua datang terus. Itu akan kita batasi, kita batasi orang dari luar Papua datang,”ujar Paul Mayor kepada awak media disela acara syukuran di Gedung Sirambe Km 8 Sabtu (16/3). “Yang datang ke Papua itu yang ahli-ahli saja, orang yang memang datang untuk mendididik orang-orang di tanah ini. Tapi kalau yang datang mau cari kerja stop. Karena di sini masih banyak yang nganggur,”imbuh Finsen Mayor.

Agar kebijakan membatasi orang dari luar masuk ke Papua bisa diterapkan, Fisen Mayor mengatakan akan berkoordinasi dengan para kepala daerah di Provinsi Papua Barat Daya, juga dengan MRP PB, para tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala suku, dan Dewan Adat.
Lanjut dikatakan, membatasi orang dari luar Papua datang ke Papua merupakan yang fundamental, hal mendasar yang akan dilakukan. “Karena kalau begini-begini terus tidak bisa. Orang Papua dalam kondisi penduduk di Papua Barat Daya dengan kesehatan, pendidikan , apalagi lapangan pekerjaan masih sangat sulit. Banyak sarjana nganggur itu puluhan ribu. Bagaimana kita mau bicara Papua yang sejahtera, maju , bilang dana Otsus 1000 triliun –lah, ratusan triliun, ndak bisa kalau orang miskin seluruh Indonesia datang ke Papua. Kota Sorong jadi pintu masuk Papua kita akan batasi,”ujar Finsen Mayor.
Dikatakan, pihaknya juga akan mendesak bupati- walikota di Papua Barat Daya untuk mengeluarkan kebijakan yang membatasi orang luar datang ke Papua. “Sehingga kita urus dulu orang Papua yang tidak punya pekerjaan, pendidikan, kesehatannya bermasalah,”tandasnya.
Yang menarik dalam sambutannya pada acara syukuran, Finsen Mayor mengatakan setelah dilantik pada bulan Oktober mendatang, November terima gaji maka gaji pertama yang akan diterima akan diberikan untuk Tuhan. “Gaji pertama pasti kita kasih untuk Tuhan dulu. Jadi masyarakat jang ko marah ee, tong kasi Tuhan dulu, gaji pertama. Nanti Desember baru mungkin dapat sembako, parcel natal ka. Saya bicara sekali karena tiba-tiba besok datang baru bilang sa pelit lagi,”ujar Finsen Mayor yang disambut tawa dari undangan.

Lebih lanjut, saat ditemui awak media, Finsen Mayor yang ditanya kesannya dalam Pemilu 2024, dimana suaranya juga ada yang hilang, dikatakan , kalau liat KPU dan Bawaslu Provinsi bagus, hanya dtingkat PPD KPPS ada yang bermasalah dan menurutnya yang bermasalah itu harus diganti. Rapat pleno tingkat provinsi yang sampai makan waktu berhari-hari karena ada masalah di Distrik Sorong Barat, menurutnya untuk KPU Kota Sorong dan PPD yang bermasalah harus dievaluasi.
Acara syukuran Paul Finsen Mayor yang meraih suara terbanyak dipadati masyarakat dan suasana sangat ramai saat Finsen Mayor dengan masyarakat berjalan kaki dari rumah menuju ke Gedung Sirambe Km 8 dengan diiringi seruling tambur. Selain Paul Finsen Mayor, calon anggota DPD RI lainnya yang dipastikan lolos ke senayan adalah Mamberop Rumakiek dengan 52.534 suara, Agustinus Kambuaya meraih 48.610 dan H. Hartono 35.005 suara. (ros)















