
Kabid Pengembangan Destinasi: Kalau Masak Pakai Bright Gas Lebih Hemat, Dapur pun Bersih
SORONG-Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku melakukan sosialisasi bagaimana cara penggunaan Elpiji Bright Gas agar aman dan bagaimana mengedukasi masyarakat agar ketika terjadi kebocoran pada selang atau saluran gas maka tidak perlu khawatir.
Sosialisasi dilaksanakan di Kampung Salak, Distrik Sorong Barat, Kamis (31/8). Adapun setiap pembelian refill Bright Gas diberikan potongan harga Rp100 ribu.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku juga menggelar lomba memasak bagi masyarakat di Kampung Salak dengan menggunakan kompor gas tentunya. Kegiatan berlangsung di Kampung Salak dengan tema “Kampung Salak Goes To Pinky”.

Sales Area General Manager Papua Barat dan Papua Barat Daya PT Pertamina Regional Papua Maluku, Triasa Ramadani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk mengenalkan LPG Bright Gas.
“Kami ingin mengenalkan, bahwa selain produk BBM. Kita juga Pertamina memiliki produk Bright Gas. Nah, kami ingin menyampaikan bahwa dengan menggunakan gas sudah jauh lebih efektif dan manfaat lebih baik daripada menggunakan minyak tanah yang tentu. Kita sama-sama tahu di Sorong sendiri masih banyak yang menggunakan minyak tanah,” katanya.
Tahun ini, Lanjutnya bahwa sebenarnya pihaknya memilih sosialisasi dari kampung ke kampung agar lebih dekat dengan konsumen yang dimulai pada warga di Kampung Salak.
“Harapannya selain lebih mengedepankan masyarakat, terutama rumah tangga yang menggunakan Bright Gas,” katanya.
“Di daerah ini kita juga mengenalkan atau melakukan sosialisasi mengenai cara-cara penanggulangan. Kalau misalnya terjadi kebocoran di saluran gasnya maka seperti apa cara penanganannya,” sambungnya.
Manfaat menggunakan Bright Gas ketika memasak, kata Triasa bahwa Selain memberikan kebersihan bagi dapur, Bright Gas juga memiliki berbagai macam alat pengaman yang bisa memberikan keamanan ketika waktu memasak.
“Tentunya juga kami menyampaikan keunggulan-keunggulan Bright Gas yang dimiliki oleh PT Pertamina sendiri dan juga tentu hasil masakkan terbaik beserta kompor jauh lebih bersih,” ungkapnya.
Disinggung apakah sosialisasi penggunaan Bright Gas yang merupakan gas elpiji non subsidi dilakukan, agar masyarakat beralih menggunakan gas ketika memasak dibandingkan menggunakan minyak tanah, kata Triasa bahwa untuk peralihan belum ada arahan.
“Kalau target peralihan belum ada, mungkin bahasanya itu ada apakah ada rencana konversi minyak tanah ke LPG. Maka tidak untuk Kota Sorong, karena sampai dengan saat ini PT Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku hanya melakukan sosialisasi untuk memasarkan LPG Bright Gas yang dilengkapi dengan security seal cap atau penutup tabung yang lebih aman, sebab menggunakan teknologi double spindle dan karet pelindung.
“Makanya sampai dengan saat ini pun kami sekedar melakukan sosialisasi. Ini merupakan rangkaian dalam memasarkan penjualan LPG non subsidi PT Pertamina yang dikemas dengan warna pink dan memiliki berbagai kelebihan. Salah satunya itu adalah katupnya double spindle atau dia memiliki tingkat keamanan dua kali daripada tabung elpiji biasa,” jelasnya.
Ia menambahkan Untuk harga saat ini Bright Gas yang tabung 12 kg untuk refill berkisar Rp360 ribu sampai Rp375 ribu.
“Itu harga resmi dari agen-agen PT Pertamina. Kalau untuk tabung 5,5 kita berkisar di angka Rp250 ribu,” katanya.
Lanjutnya, bahwa sosialisasi kali ini akan dilakukan hingga penghujung tahun 2023, kemudian target pihaknya menetapkan ada 2 kampung lagi.
“Tentu tidak semuanya tertarget di Kota Sorong, saja salah satunya nanti kita akan mencoba di Manokwari. Kemudian yang terakhir itu mungkin kita akan mencoba satu lagi di sekitaran Kabupaten Sorong,” pungkasnya.
Kemudian, Branch Manager Rayon I Papua Barat PT Pertamina Regional Papua Maluku, Joko Wibowo ketika melakukan sosialisasi bagaimana cara-cara memasang LPG Bright Gas dan cara menanganinya jika saluran gasnya mengalami kebocoran, sangat interaktif bahkan dirinya juga membagikan doorprize bagi masyarakat yang telah memiliki Apk MyPertamina di hpnya dan doorprize bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan terkait apa warna tabung bright gas dan ukurannya.
Dari Pantauan Radar Sorong, Masyarakat pun sangat antusias untuk mendownload aplikasi MyPertamina di hpnya, bahkan yang telah memiliki langsung diberikan hadiah menarik.
BM Joko Wibowo mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan langsung dari kampung ke kampung agar masyarakat lebih mengenal dan memahami manfaat dari penggunaan Bright Gas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kota Sorong Ida Wahyuni,SE mengatakan bahwa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kami dari dinas sangat mengapresiasi kegiatan dari Pertamina yang memperkenalkan kalau kita memakai gas ketika memasak itu aman. Saya juga masak memakai kompor gas di rumah. Jadi ibu-ibu tidak perlu takut. Karena menggunakan gas itu lebih hemat juga, dan dapurnya kita bersih,” ungkapnya.

Salah satu warga, Defi mengaku bahwa di rumahnya hanya menggunakan kompor minyak tanah. Namun, ketika mengikuti sosialisasi dari Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku, dirinya mengatakan tertarik untuk menggunakan kompor gas.
“Tadi dikasih lihat kalau di tabung ada api, itu kita harus bagaimana. Intinya jangan panik, dan harus pakai ketup yang aman. Kayaknya pulang dari sini, saya mau bilang suami pakai kompor gas saja,” ungkapnya.

Adapun salah satu pedagang yang menggunakan Bright Gas untuk berdagang, mengaku bahwa lebih hemat ketika memasak.
“Pakai gas lebih hemat dan cepat, kalau kita masak,” pungkasnya.
Dari Pantauan Radar, selain melakukan sosialisasi, Pertamina Patra Niaga juga memberikan promo diskon atau potongan harga bagi konsumen atau warga Kampung Salak yang akan mengisi refill Bright Gas dengan potongan harga senilai Rp100.000. Sehingga warga pun berbondong-bondong antre membeli refill Bright Gas.
“Ini bukan lumayan tapi untung besar untuk kita. Rp100 ribu diskon bisa pakai beli yang lain,” kata Salah satu warga Kampung Salak.(zia)















