
SORONG-Dengan mengusung tema “Anak Papua Hebat, Papua Barat Daya Maju”, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk pertama kalinya memperingati Hari Anak Nasional ke-39 di Gedung LJ Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (13/7).

Dari pantauan Radar Sorong, acara dimulai dengan tarian Papua oleh anak-anak asli Papua dan diakhiri dengan pesan-pesan terkait melindungi hak-hak anak.
Selain itu, Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si juga membagikan uang saku kepada anak-anak usai melakukan tarian khas Papua bahkan membagikan beasiswa selama setahun kepada peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan darinya.
Kemudian dilakukan Pemotongan tumpeng oleh Ketua TP-PKK Papua Barat Daya, Andara Ariyani Musa’ad (tengah) didampingi Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Beatriks Msiren,SE.
Dalam memeriahkan Hari Anak Nasional tersebut, Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si mengatakan bahwa ini merupakan momen terbaik karena perdana Provinsi Papua Barat Daya merayakan Hari Anak Nasional.
“Saya mengharapkan semua anak Indonesia yang ada di Provinsi Papua Barat Daya terus rajin belajar ya, tetap semangat tunjukan bahwa kita juga punya kesempatan yang sama dengan anak-anak Indonesia. Yang ada di belahan lain di selain Papua Barat Daya,” tegasnya.
Dikatakan Pj Gubernur bahwa Tuhan menciptakan semua dengan kemampuan yang luar biasa, kalau ada yang memang hari ini belum bisa tampil dengan kualifikasi, kualitas yang baik, itu bukan karena yang bersangkutan bodoh.
“Mereka harus diberikan semangat, mereka harus didorong motivasi untuk percaya diri, karena itu modal utama untuk bisa bangkit dan bersaing dengan anak-anak yang ada di Indonesia,” katanya.
Sekarang ini, kata Pj Gubernur bahwa Walaupun dunia itu berubah sedemikian rupa, satu yang pasti harus selalu kita utamakan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Jangan sampai ikut perubahan dunia, lupa bersyukur. Karena tanpa kehendak, tanpa kasih, tanpa rahmat dari Tuhan, tidak mungkin kita semua bisa ada di dunia ini dan bisa melaksanakan aktivitas seperti ini. Jadi anak-anak Papua Barat Daya harus selalu ingat Tuhan, karena Tuhan kita bisa sukses, bisa memberikan hasil yang baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Anak-anak Indonesia harus terlindungi, anak-anak Indonesia harus mendapat akses untuk sekolah, baik di SMA, SMP, dan SD.
“Karena anak-anak hebat, sesuai dengan tema. Sehingga saya akan memberikan Beasiswa bagi anak-anak yang hadir dengan menjawab pertanyaan dari saya dan istri. Untuk nilai beasiswa setiap bulan SD Rp250 ribu selama setahun. SMP Rp500 ribu selama setahun. SMA Rp750 ribu selama setahun,” pungkasnya.
Diketahui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya yang menghadirkan 150 peserta didik dari perwakilan sekolah dari SD, SMP dan SMA serta Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Beatriks Msiren,SE, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Gubernur Papua Barat Daya karena telah menghadiri acara tersebut.
Kadis sosial mengatakan bahwa Anak-anak Sebagai penentu, dan tombak keberlangsungan bangsa, anak merupakan cikal-bakal yang akan menentukan arah perkembangan dan peradaban kehidupan bangsa.
“Untuk membentuk sebuah bangsa yang unggul dan berdikari tentunya membutuhkan penerus yang sehat, hebat dan cerdas,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Terdapat 10 hak anak sebagai bagian daripada bangsa yang harus dipenuhi, diantaranya adalah hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, hak untuk mendapatkan akses kesehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan kesamaan, serta hak untuk berperan dalam pembangunan.
“Tujuan peringatan Hari Anak Nasional merupakan sebuah momentum besar yang diperingati sebagai bentuk kepedulian seluruh masyarakat Indonesia, atas keamanan kesejahteraan serta kebahagiaan kehidupan anak. Berdasarkan keputusan Presiden Nomor 44 tahun 1984 tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional. Yang terus diperingati hingga hari ini,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa Dalam perayaan Hari Anak Nasional Provinsi Papua Barat ke 39, telah melaksanakan kegiatan lomba yaitu lomba menulis cerita pendek pada tanggal 5 sampai dengan 12 Juli 2023.”Dan puncak pada hari ini tanggal 13 Juli 2023 dan akan diisi dengan kegiatan pemutaran film edukasi tentang perlindungan anak,” pungkasnya.
Salah satu Pelajar Kelas 3 SMK Negeri 3 Kota Sorong, Reiner yang bercita-cita ingin menjadi Gubernur mengaku bahwa ia ingin membangun Papua lebih baik.
“Di pelosok-pelosok pedalaman Papua belum diperhatikan oleh pemerintah sehingga saya ingin menjadi gubernur supaya bisa membangun dan memperhatikan sampai ke pelosok-pelosok Papua,” ungkapnya.(zia)














