Musim Penghujan, BPBD-BMKG Imbau Warga Waspada!

SORONG-Dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan curah hujan yang tinggi di Kota Sorong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong melakukan Rapat Koordinasi (rakor) bersama BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong di Ruang Anggrek, Lt.2 Kantor Wali Kota Sorong, Rabu (21/6).

“Mengantisipasi terjadinya peningkatan curah hujan tinggi di Kota Sorong berdasarkan surat peringatan dini dari BMKG, sehingga kita lakukan rapat koordinasi di hari ini. Rapat bersama dengan pimpinan OPD terkait, ada dinas sosial, dinas lingkungan hidup, dan cipta karya bersama distrik dan lurah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone.

Dikatakan bahwa Dalam rakor tersebut, membahas lebih kepada memberikan pemahaman kepada Distrik dan Lurah agar menyiapkan warga masyarakat untuk waspada karena sudah masuk pada musim penghujan.

“Sebab berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami sudah diperingatkan hujan terjadi Agustus. Dan benar terjadi kita mengalami bencana banjir sampai tanah longsor kerusakan insfratruktur bahkan sampai ada korban jiwa,” jelasnya.

“Hingga akhirnya tiga kali melakukan apa upaya tanggap darurat, makanya kita harap masyarakat. Supaya saat ini sudah diingatkan bahwa kita sudah masuk dalam musim penghujan,” ujarnya.

Dikatakan juga kalau hujan sudah lama durasinya, kemudian air pasang maka pasti terjadi genangan, maka daerah-daerah rawan harus waspada seperti kelurahan Matalamagi, Kelurahan Sawagumu.

“Makanya kita mengimbau masyarakat yang punya tempat tinggal di dekat tebing atau lereng-lereng gunung atau bukit dekat daerah aliran sungai, itu harus waspada longsor,” katanya.

“Jadi kalau sudah terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih baik segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong, Laode Bangsawan mengatakan bahwa pada bulan Juni, Juli, dan Agustus di daerah Kota Sorong memang sedang memasuki fase puncak hujan.

“Dikarenakan pola hujan di Kota Sorong ini lokal. Kemudian puncak hujannya di pertengahan tahun dikarenakan kita sedang memasuki periode puncak hujan,” katanya.

Dikatakan bahwa Untuk hujan bulanan di periode Juni, Juli intensitas tinggi curah hujannya dimana berkisar dari 300 mm sampai 500 mm sedangkan Agustus sudah rendah.

“Itu secara akumulatif bulanan ya, tapi kalau hariannya nanti kita lihat lagi setiap harinya seperti apa. Kalau lebih dari 50 mm itu sudah masuk kategori lebat dan beberapa daerah yang memang rawan banjir ya sudah harus waspada,” ujarnya.

Dikatakan bahwa Bencana alam itu biasanya satu paket yaitu banjir dan longsor, tergantung daerahnya yang daerah rawan banjir atau rawan longsor masyarakat.

“Untuk hujannya akhir-akhir ini lebih cenderungnya di malam hari, tapi kedepannya itu trendnya bisa saja berubah sebab kondisi cuaca ini kan dinamis. Nah jadi namanya kondisi cuaca dinamis, tugas kami BMKG terus memantau 24 jam tanpa henti,” jelasnya.

Menurutnya, Hujan bukan satu-satunya barometer untuk banjir serta longsor tetapi itu adalah salah satu hal penting yang mempengaruhi kejadian banjir dan longsor.

“Jadi kalau memang masyarakat yang sudah tahu tempat tinggalnya daerah rawan agar tetap berhati-hatilah. Tingkatkanlah kewaspadaan dan senantiasa memperoleh informasi dari kami,” ujarnya.

Dan tentunya kata Laode bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi melalui sosial media dan situs-situs yang dimiliki oleh BMKG.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, apalagi mereka yang tinggal di daerah-daerah rawan banjir ataupun rawan longsor,” pungkasnya.(zia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!