


Bupati Sorong Apreseasi Festival Adat Suku Moi
SORONG- Mengusung tema “Mempertahankan Budaya Lokal Suku Moi Ditengah Tantangan Global” kegiatan Pesta Rakyat Kabupaten Sorong Festival Adat Suku.Moi yang digelar di Pasar Mariat Kabupaten Sorong Minggu Sore (11/6) dibuka secara resmi oleh Bupati Sorong Yan Piet Mosso, S.Sos MM bersama Pj Gubernur Papua Barat Daya (PBD) yang diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi PBD Dr Andreas Howay, MM dan Kapolres Sorong AKBP Yohanes Agustiandaru, SH S.IK MH.
Dalam suasana yang begitu meriah, Pesta Rakyat Kabupaten Sorong Festival Adat Suku Moi ini digelar dalam rangka Program Pendayagunaan Ruang Publik dan memperingati HUT Kabupaten Sorong ke 56 serta HUT Bhayangkara ke 77.
Prosesi adat suku Moi mengiringi acara penyambutan Bupati Kabupaten Sorong Yan Piet Mosso oleh puluhan masyarakat Klabra Raya. Dengan mengenakan pakaian adat yang diselingi daun-daun hijau sebagai hiasan maupun simbol hasil bumi yang ditaruh di dalam noken, masyarakat Klabra Raya tampak begitu gembira, penuh suka cita menyambut kedatangan bupati Sorong.
Diiringi dengan seruling dan gendang tambur yang sangat menghidupkan suasana, Festival.Adat Sukui Moi mampu menyedot perhatian masyarakat yang sepanjang acara memadati areal tenda di kawasan Pasar Mariat .
Saat mengantar Bupati Yan Piet Mosso sampai ke atas panggung utama, masyarakat KlabraRaya dengan mengelilingi bupati kembali bergoyang, putar-putar mengikuti irama musik tambur.
Dalam.sambutannya, Irianto Muhammad Ali, S.Pd M.Pd sebagai Koordinator Pendayagunaan Ruang Publik (PRP)Dirjen Kebudayaan RI mengatakan, Festval Budaya Adat Suku Moi ini dapat terlaksana atas dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, dimana dengan berkolaborasi dengan para tokoh adat , anak-anak.muda Suku dan civitas akademika Univsersitas Nani Bili Nusantara, rangkaian kegiatan Pesta Rakyat Kabupaten Sorong Festival Adat Suku Moi bisa berjalan dengan lancar.
Momentum ini kata Irianto Ali merupakan salah satu upaya mengangkat dan melestarikan budaya adat Suku Moi sehingga diharapkan gemanya tidak hanya terhenti sampai di negeri Malamoi saja tapi khasanah budaya adat Suku Moi kiranya bisa sampai ke tingkat nasional bahkan kancah international.
Harapan untuk memajukan budaya lokal suku adat Suku Moi ini langsung mendapat aplaus dari para pejabat dan tamu undangan serta masyarakat Suku Moi yang dari awal acara pada senyum sumringah penuh bahagia.
Menyampaikan pesan para tokoh adat suku Moi, Irianto Ali juga berharap agar kegiatan Festival Adat Suku Moi dapat terus dilaksanakan budaya adat suku Moi kian mengakar di hati generasi muda Suku Moi dan masyarakat pada umumnya.
Sementara itu, PJ Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Plt Kadis Pendidikan Provinsi PBD Andreas Howay menyampaikan apreseasi kegiatan Festival Adat Suku Moi ini. Dikatakan, agar tidak terkikis oleh perubahan jaman dan untuk mewariskan kepada generasi muda, maka kegiatan mengangkat budaya lokal dapat terus dilaksanakan.
Harapan senada juga disampaikan oleh Kapolres Sorong AKBP Yohanes Agustiandaru agar ciri khas budaya lokal adat setempat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian dan lainnya sehingga budaya adat benar-benar menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.
Merespon harapan yang disampaikan oleh Plt Kadis Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya, Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso mengatakan dalam upaya melestarikan budaya adat Suku Moi, Pemda Kabupaten Sorong akan memasukkan pelajaran Bahasa Suku Moi kedalam kurikulum pendidikan, selain itu bupati juga akan mewajibkan para ASN dan karyawan swasta untuk memakai baju batik khas Moi pada setiap hari Jumat.
Menyampaikan sambutannya, Bupati Yan Piet Mosso tampak begitu bersemangat. Bupati menaruh apreseasi yang tinggi kepada Irianto M Ali yang disebutnya Dinda selaku Koordinator PRP yang telah menggagas, memotori terlaksananya kegiatan Festival Budaya Adat Suku Moi. Bekerja dengan ikhlas, Bupati Yan Piet Mossi juga menjanjikan Pasar Mariat yang selama ini.”tidur”akan ramai selamanya.
Sementara itu warga KlabraRaya Selina Segidifat dalam bincang-bincangnya dengan Radar Sorong memuji kepemimpinan Pj Bupati Sorong yang telah menghidupkan Pasar Mariat.
Dengan begitu, Ia tak perlu jauh-jauh lagi.memasarkan hasil kebunnya ke Aimas ataupun ke Kota Sorong.
“Festival Adat Suku Moi ini bagus sekali, karena torang bisa tampil seperti ini dan kegiatan ini bikin ramai pasar, jangan berhenti sampai di sini terus dilaksanakan,”ujar Selina Segidifat yang mengaku sejak jam 07.00 Wit sudah siap-siap dari rumah.
Dalam Festival Adat Suku Moi , tampil perdana adalah kelompok Yospan Malamoi Polres Sorong. Dengan mengenakan seragam Polisi serta mahkota adat Papua para Polisi pria dan Polwan yang asli anak-anak Papua itu penuh energik bergoyang-goyang, beryospan ria meski harus menghadapi rintangan sepatu dipenuhi pecek lantaran timbunan tanah di depan panggung utama belum maksimal dan hujan sempat mengguyur kawasan Mariat Kabupaten Sorong semalam.
Selain Yospan Malamoi Polres Sorong, kegiatan Festival Adat Suku Moi juga diisi oleh siswa SDN 20 SP4 Kabupaten Sorong dan sejumlah sanggar/kelompok tari lainnya.
Diantara sejumlah unsur pimpinan, di deretan tamu undangan tampak hadir menyaksikan pembukaan Festival Adat Suku Moi, Ketua KPU Kabupaten Sorong yang diwakili Komisioner Petrus M Aitrem, Branch Manager Bank Muamalat Sorong, Erwin Hatta dan tamu undangan lainnya. (ros)











