Kapolres Tambrauw Tetapkan 3 Tersangka, 16 Sebagai Saksi
SORONG-Operasi gabungan TNI/Polri di Kabupaten Tambrauw terkait deklarasi dan pelantikan Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sektor Tambrauw berhasil dibubarkan.
Dari pembubaran tersebut, Polres Kabupaten Tambrauw berhasil mengamankan 19 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan bahwa 3 orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu UK, Y dan WY. Sedangkan 16 orang lainnya dipulangkan namun dijadikan saksi.
Pasca kejadian tersebut Pemerintah Kabupaten Tambrauw, TNI/Polri memastikan bahwa Wilayah Kabupaten Tambrauw aman dan kondusif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau terprovokasi dengan berita-berita yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pj Bupati Kabupaten Tambrauw Engelbertus Kocu mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Tambrauw sudah menggelar rapat forkopimda untuk menjamin keamanan di Kabupaten Tambrauw secara keseluruhan.
“Kami Forkopimda menjamin keamanan semua masyarakat yang ada di Tambrauw. Saat ini aman dan kondusif, bahkan sejak dulu situasinya aman dan kondusif, tidak pernah ada gangguan keamanan dan lainnya,” tegasnya ketika melakukan jumpa pers bersama Kapolres AKBP Bendot Dwi Prasetio,S.Ik, Ketua DPR Tambrauw Yeremias Sedik, dan Dandim 1810/Tambrauw Letkol Inf Sugiharto, Minggu (11/6) di Salah satu hotel di Kota Sorong.
Pemerintah Kabupaten Tambrauw, kata Pj Bupati Tambrauw akan melakukan pendekatan lagi dengan masyarakat yang ada di Distrik Bamusbama, karena mungkin selama ini mereka merasa jauh dengan pemerintah.
“Makanya kami akan lakukan pendekatan persuasif lagi. Kami akui memiliki beberapa keterbatasan-keterbatasan, pelayanan kepada masyarakat di sana mungkin masih kurang. Sehingga mereka sampai lakukan kegiatan itu. Akan tetapi, kedepan kami akan perbaiki dan mulai hari ini kami akan lakukan monitoring dan melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat yang berada di distrik-distrik yang berbatasan dengan Maybrat dan Bintuni,” sambungnya.
Lanjutnya, Dengan adanya kejadian ini menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Tambrauw agar menyusun program-program apa yang harus dilakukan.
“Mungkin selama ini sudah ada tapi kurang menyentuh, makanya kita akan lebih fokus melakukan pelayanan kepada masyarakat agar mereka tidak berpikir lagi untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kita akan meningkatkan kegiatan olahraga, pertanian, peningkatan ekonomi masyarakat atau pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi tolak ukur bagi kami untuk membangun Tambrauw kedepan,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres AKBP Bendot Dwi Prasetio,S.Ik bahwa kronologis kejadian berawal pada tanggal 9 Juni 2023 pukul 15.30 WIT bertempat di salah satu rumah warga yang berada di Kampung Sarwom, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, telah diamankan kelompok yang melaksanakan deklarasi dan pelantikan Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sektor Tambrauw.
“Dimana tim gabungan yang terdiri dari Polres Tambrauw dan Kodim Tambrauw, membubarkan kegiatan tersebut. Dalam kejadian tersebut berhasil diamankan 19 orang dan dibawa ke Polsek Moraid untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, dalam rangka menemukan peran dari masing-masing,” katanya.
“Dan juga untuk menentukan apakah terpenuhi unsur pidananya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditetapkan 3 orang sebagai tersangka yaitu masing-masing inisial UK, Y dan WY. Sementara 16 orang lainnya kami tetapkan sebagai saksi dan sudah dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” sambungnya.
Dijelaskan Kapolres bahwa UK berperan sebagai Sekjen KNPB Wilayah Maybrat dan Sorong Raya. Untuk peristiwa kemarin, UK merupakan inisiator yang mengumpulkan masyarakat dan juga mendoktrin dan merekrut masyarakat untuk masuk bergabung dengan kegiatan mereka.
Tersangka inisial Y berperan sebagai kurir atau intelijen dalam struktur organisasi KNPB Tambrauw yang baru dibentuk.
WY bereran sebagai tenaga keamanan, dimana pada saat kegiatan berlangsung WY bertugas untuk mengamankan proses deklarasi.
“Ketiga tersangka tersebut diancam melakukan tindak pidana makar dan melanggar pasal 106 KUHP,” jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa Untuk situasi di Bamusbama pada khususnya dan pada umumnya di wilayah hukum Kabupaten Tambrauw sampai dengan saat ini aman dan kondusif, serta tidak ada ancaman dari pihak manapun terhadap siapapun juga.
“Kami dengan aparat TNI/Polri menjamin keamanan yang ada di Tambrauw,” tegasnya.
Kemudian, kata Kapolres mengenai ada informasi yang beredar kalau ada ancaman dari kelompok KKB atau kelompok lain terhadap tenaga kesehatan di Tambrauw, Kapolres menegaskan bahwa itu tidak benar.
“Kami sudah cek dan konfirmasi di lapangan, bahwa memang benar sekitar tanggal 5 Juni ada informasi ada nakes yang mau turun tapi karena mereka kehabisan BBM sebenarnya. Bertepatan dengan ada kegiatan KNPB, maka itu disangkutpautkan. Nakes memang ada yang mau turun ke Sorong karena masalah operasional mereka,” ungkapnya.
Kepolres juga menambahkan Terkait dengan pada saat kegiatan pengamanan pembubaran kegiatan deklarasi di Distrik Bamusbama, bahwa TNI/Polri melakukan sesuai dengan SOP dan prosedur.
“Kami tidak melakukan pengrusakan terhadap barang maupun rumah masyarakat di Bamusbama. Tidak benar juga kalau ada berita kehilangan yang dan sebagainya. Jadi semua yang dibawa adalah barang bukti termasuk berupa senjata tajam yang terkait dengan kegiatan deklarasi KNPB sektor Tambrauw,” jelasnya.
Kapolres menambahkan bahwa tujuan KNPB lebih bergerak pada masalah diplomasi dan menyebarkan paham-paham separatis.
“Dengan terbentuknya KNPB Tambrauw, mereka rencananya akan menyebarkan paham-paham separatis untuk keluar dan memisahkan diri dari NKRI. Untunglah kami TNI/Polri sudah mengetahui dari awal dan menghentikan kegiatan ini, dengan memproses hukum orang-orang yang terlibat di dalamnya,” katanya.
“Sehingga paham ini tidak sampai tersebar luas di Kabupaten Tambrauw. Dan sebagai pelopornya yakni UK ini memang berasal dari luar Tambrauw. KNPB ini asalnya dari Kabupaten Maybrat dan memang terafiliasi langsung di sana. UK termasuk salah satu pentolan KNPB Maybrat,” sambungnya.
Kemudian, Dandim 1810/Tambrauw Sugiharto, menambahkan bahwa Ini upaya dari luar sebenarnya, karena masyarakat Bamusbama sebenarnya orang-orang yang cinta damai.
“Secara umum situasi di Tambrauw aman dan kondusif, kita menjamin itu. Pada saat ini sudah dijaga dan sifatnya temporari oleh Satgas Yonif 623,” pungkasnya.(zia)













