PENDAPATAN daerah Kabupaten Raja Ampat yang berasal dari destinasi wisata sempat menurun akibat pandemi Covid-19 yang meghancurkan setiap lini kehidupan, mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga perekonomian di seluruh dunia, khususnya di Indonesia hingga Kabupaten Raja Ampat. Namun kini di saat Covid sudah melandai, wisata Raja Ampat bangkit kembali.
Oleh Juhra Nasir
Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat terkenal di dunia karena destinasi wisata alam baharinya yang masih sangat alami dan mempesona. Namun, karena wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak kecuali Kabupaten Raja Ampat selama hampir 2 tahun mengakibatkan menurunnya pendapatan daerah Kabupaten Raja Ampat lantaran berkurangnya kedatangan wisatawan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Tidak ingin berlarut-larut terperosok, setelah PPKM Raja Ampat turun menjadi level 2, perlahan destinasi wisata alam bahari Kabupaten Raja Ampat kembali dibuka namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kabupaten Raja Ampat melalui Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo.
“Kami baru merangkak perlahan, memang dampak dari pandemi Covid-19 ini tidak hanya dirasakan oleh pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, tetapi juga pariwisata di seluruh dunia,” jelas Yusdi kepada Radar Sorong, Sabtu (23/10) seraya menambahkan prinsipnya, wisata itu jalan-jalan sedangkan pandemi Covid-19 prinsipnya diam di tempat, sehingga tidak ada orang yang jalan-jalan.
Pariwisata di Kabupaten Raja Ampat perlahan bangkit sejak Agustus 2021, lantaran sudah PPKM level 2 meskipun dibuka secara perlahan atau tetap dibatasi (terbatas). Saat ini, destinasi wisata di Raja Ampat mulai dikunjungi wisatawan domestik. “Sebenarnya, sebagian besar pengunjung di Kabupaten Raja Ampat itu wisatawan asing, namun karena kebijakan yang belum dibuka sehingga wisatawan asing masih belum banyak yang datang ke Raja Ampat,” jelasnya.
Menanyakan terkait, pemasukan dari Pariwsata terhadap Kabupaten Raja Ampat sebelum adanya pandemi Covid-19, Yusdi menerangkan cukup besar bahkan Pariwisata sebagai penggerak perekonomian Kabupaten Raja Ampat, dimana akan ada pendapatan untuk daerah, dan juga pendapatan untuk masyarakat “Memang geliat wisata itu pasti menggerakkan ekonomi daerah. Tapi, dengan pandemi ini tentunya berkurang pendapatan daerah, apalagi yang paling besar itu dirasakan oleh masyarakat, para pemilik home stay, pemilik objek dan speed boat maupun perhotelan terkena imbas yang luar biasa dikarenakan tidak adanya wisatawan,”ungkapnya.
Pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih ada. Meskipun demikian, Kabupaten Raja Ampat perlahan membuka destinasi wisata namun dengan berhati-hati dan memprioritaskan aspek kesehatan yang memang sangat penting di masa pandemi ini. Wisatawan yang datang ke Raja Ampat harus melakukan registrasi online. “Kenapa harus registrasi, agar kita tahu profil dari wisatawan, kemudian yang paling penting wisatawan dari luar daerah Papua datang ke Raja Ampat harus sudah dilakukan tes swab PCR,” tuturnya.
Selain itu, wisatawan yang masuk ke Kabupaten Raja Ampat harus memiliki Aplikasi Peduli Lindungi agar dapat diketahui wisatawan tersebut sudah divaksinasi atau belum. Setiap wisatawan domestik maupun internasional yang datang ke Raja Ampat diharapkan sudah divaksin. “Kami sudah siapkan aplikasi Peduli Lindungi sehingga mereka bisa ketahuan apakah sudah divaksin atau belum, hal ini kita lakukan bertujuan untuk menyaring wisatawan yang masuk ke Raja Ampat,” ungkapnya.
Yusdi mempersilahkan wistawan untuk datangi destinasi wisata Raja Ampat, namun dengan mengikuti persyaratan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Raja Ampat. “Inovasi ini kita buat agar kegiatan perekonomian kembali bergeliat di Kabupaten Raja Ampat. Tapi di satu sisi tetap kami memperhatikan protokol kesehatan, maka dari itu kami berharap semua wisatawan domestik maupun internasional agar juga memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (***)













