Siswa SMAN 2 Kota Sorong Juarai Lomba Jurnalistik Radar Sorong

Dika : Tidak Menyangka, Pertama Kali Ikut Lomba Langsung Juara

SORONG – Radar Sorong hari ini (Sabtu, 4/3) menyerahkan piala, sertipikat/piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan kepada para juara Lomba Jurnalistik tingkat SMA/SMK se-Papua Barat Daya (PBD) yang diselenggarakan Radar Sorong pada tanggal 11 Februari di Kampus IAIN Sorong. Piala dan hadiah untuk juara 1 dan 2 diserahkan oleh Wakil Direktur Radar Sorong Tupono. Sedangkan piala dan hadiah juara 3, juara harapan 1, juara harapan 2, dan juara harapan 3 diserahkan oleh Ketua Panitia yang sehari-hari sebagai GM Radar Sorong, Akhmad Murtadho.

  Keenam juara lomba jurnalistik tersebut yaitu, juara 1 diraih oleh siswa SMAN 2 Kota Sorong atas nama Dika Aldiansyah dengan skor 330. Disusul juara 2, oleh siswa MAN Kota Sorong atas nama Dody Alfayed dengan skor 327. Kemudian juara 3 diraih oleh siswi SMA Sains Averos atas nama Flora Dita Cahyani Dubu dengan capaian skor 325.

  Adapun tiga orang peserta yang mendapat juara harapan. Dimana seluruh juara harapan 1, 2 dan 3 diborong oleh siswa-siswi SMA Sains Averos. Juara harapan 1 atas nama Grace Anastasia Tiku Limbu dengan skor 318. Kemudian juara harapan 2 atas nama Edelweis Prameswari P. Khatulistiwa dengan skor 310. Ditutup juara harapan 3 oleh Bagus Tri Pamungkas dengan perolehan skor 308.

  Ketua Dewan Juri Lomba Jurnalistik Radar Sorong, Rosmini menyebutkan, ada beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian terhadap karya jurnalistik para peserta. Dimulai dari pemilihan judul, hingga isi berita yang ditulis para peserta.

  “Kriteria penilaian mulai dari judulnya, kemudian masuk ke isi berita yang harus mengandung unsur 5W + 1H, sesuai penyampaian narasumber. Alur penulisan berita juga harus runtut, dan terdapat kalimat langsung di dalamnya sebagai ciri khas berita straight news untuk memikat daya tarik pembaca,” jelas Rosmini yang juga adalah Pemimpin Redaksi Radar Sorong.

  Disampaikan Rosmini, memang masih terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan karya jurnalistik para peserta lomba. Termasuk tidak menjelaskan siapa yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ada pula sebagian karya yang masih terdapat kesalahan dalam penulisan nama narasumber.

  “Ada yang beritanya sudah bagus tapi tidak menuliskan nama narasumbernya. Ada yang angle beritanya bagus, tapi tulisannya tidak runtut. Jadi macam-macam kesalahan yang ditemukan. Yang jelas 6 orang yang juara tersebut, mereka adalah yang karyanya paling baik menurut dewan juri,” kata Rosmini.

  Selain mendapat piala dan sertipikat/piagam, keenam juara lomba jurnalistik tersebut juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan total Rp 14 juta.

  Juara 1, Dika Aldiansyah menerima uang pembinaan Rp 4 juta. Juara 2, Dody Alfayed menerima uang pembinaan Rp 3 juta. Juara 3, Flora Dita Cahyani Dubu medapat uang pembinaan Rp 2,5 juta.

 Peraih juara harapan 1, Grace Anastasia Limbu mendapat uang pembinaan Rp 2 juta. Juara harapan 2, Edelweis Prameswari P. Khatulistiwa mendapatkan  uang pembinaan Rp 1,5 juta. Terakhir, untuk juara harapan 3, Bagus Tri Pamungkas mendapatkan uang pembinaan Rp 1 juta.

 Sementara itu, juara 1, Dika Aldiansyah dari SMAN 2 Kota Sorong mengaku tidak menyangka dirinya sebagai juara pertama dalam perlombaan ini. Alapagi, diakui Dika bahwa dirinya tak punya pengalaman dalam kegiatan jurnalistik.

  “Rasanya campur aduk, senang karena menang. Tapi agak bingung juga, saya kaget dapat juara 1. Padahal ini adalah pertama kalinya saya ikut lomba, dan tidak ada persiapan apa-apa sebelum lomba,” sebutnya.

  Hanya saja, diakui Dika, malam sebelum berkompetisi esok harinya, ia sempat belajar dari google dan youtube tentang teknik penulisan berita dan unsur-unsur apa saja yang harus ada di dalamnya.

  “Saat hari H, saya juga lihat peserta lain sudah mempersiapkan laptop. Tapi saat itu saya hanya bermodalkan HP untuk merekam isi materi yang disampaikan narasumber. Itupun rekamannya tidak sampai selesai,” akunya.

  Ia berharap apa yang sudah diraih akan menjadi awal yang lebih baik lagi untuk ke depannya. Harapan lain yang disampaikan Dika, dirinya berharap Radar Sorong akan konsisten melaksanakan kegiatan tersebut, sehingga siswa yang tertarik dengan dunia jurnalistik merasa punya wadah yang tepat untuk menuangkan bakatnya. (ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!