MANOKWARI – Jebolnya talut di Pesisir pantai Maruni pada Selasa (21/2/2023) malam menjadi perhatian serius dari Pemerhati Lingkungan di Manokwari.
Pemerhati Lingkungan, Yohanes Ada’ Lebang mengatakan pemerintah daerah harus memberikan intervensi pada Pesisir pantai Maruni.
“Harus dilihat dulu kajian amdalnya, kalau masuk dalam amdal pabrik semen Conch, harus ada intervensi pemerintah daerah,” ujarnya, Kamis (23/2).
Lebang menuturkan wilayah Pesisir pantai Maruni harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah pabrik semen conch sebab berdekatan dengan perusahaan.
“Kondisi seperti seharusnya menjadi perhatian serius dari perusahaan semen conch karena berdekatan dengan perusahaan. Semen conch harus banyak berkontribusi untuk memperhatikan lingkungan tersebut,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya kita telah berupaya untuk penanaman mangrove di wilayah tersebut namun kondisinya tidak memungkinkan.
“Hal bisa dilakukan yakni Reklamasi pantai,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah Pesisir pantai Maruni seharusnya menjadi bagian dari pengelolaan semen conch artinya wilayah tersebut diproteksi menjadi bagian dari perusahaan.
“Pabrik semen conch juga harus terlibat dalam persoalan lingkungan dengan CSR nya,” ucapnya.
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, menjadi salah satu penyebab jebolnya talut Maruni. Oleh karena itu, harus ada kajian mendalam terkait topografi dan oceanisentris.
“Selain itu, melihat kembali kajian Amdal dari pabrik semen conch karena masuk dalam bagian kawasan pabrik semen conch,” kata Lebang.
Ia menuturkan kenaikan airl laut di wilayah tersebut sudah sering terjadi, namun untuk kejadian hingga jebolnya talut bari kali ini terjadi.
“Perubahan iklan juga mempengaruhi naiknya volume air laut,” tuturnya. (bw)














