SORONG-Buka Musyawarah Daerah (Musda) I Papua Barat Daya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus mengatakan bahwa pilihlah pemimpin yang amanah.Lanjutnya bahwa Papua Barat Daya, dimana partai Golkar akan melaksanakan musda yang akan memilih siapa yang akan memimpin Partai Golkar sekarang sampai kedepan. “Pimpinan yang amanah, harus membangun suatu organisasi yang rekonsiliatif, membangun kebersamaan, mari kita hilangkan kepentingan pribadi kita. Ketika ada yang terpecah karena polarisasi. Nah, partai Golkar harus menjadi motor untuk menghindari terjadinya polarisasi,” tegasnya pada kegiatan Musda l Partai Golkar Papua Barat Daya di Aston, Selasa (21/2).
“Berbicara soal musda adalah proses pengambilan keputusan paling tinggi di daerah. Hari ini kita akan mengukir sejarah, dimana hari ini merupakan musda pertama dan penentuan Ketua DPD di Provinsi Papua Barat Daya. Jangan sampai bertele-tele, artinya kita akan menghadapi politik di tahun 2024. Nah, kondisi stabilitas politik dan stabilitas keamanan terganggu maka pertumbuhan ekonomi akan terganggu. Nah, hari ini kita akan mengambil bagian dari stabilitas politik,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya, Syahmud Ngabalin mengatakan apa yang telah menjadi keputusan di DPP Partai Golkar harus menjadi rujukan di daerah. Apapun keputusan DPP harus diamankan oleh kader-kader Partai Golkar di daerah.
“Apa yang sudah disampaikan ketua umum Partai Golkar kita sebagai kader wajib mengamankan itu. Kader tidak perlu berkotak-kotak dan jangan berselancar, apa yang sudah menjadi pedoman dan petunjuk DPP wajib diamankan. Sebentar Musda-I dengan aman, tidak perlu lama-lama. Untuk itu mohon Pak Sekjen memberikan arahan,” tegasnya.
Turut hadir ketua serta kader Partai Golkar Papua Barat maupun Papua Barat Daya. Hadir juga perwakilan dari beberapa partai lainnya. Kemudian Pj Sekda Papua Barat Daya, Edison Siagian, didampingi Pj Wali Kota Sorong George Yarangga,A.Pi.MM serta ketua Bawaslu dan KPU.(zia)














