Kepala BKD, Nelles Dowansiba : Belum Ada Pegawai yang Dipanggil
MANOKWARI – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Barat, Nelles Dowansiba menegaskan bahwa pegawainya belum ada panggilan dari Polda Papua Barat terkait dugaan pemalsuan dokumen.
“Pemanggilan masih antara Polda Papua Barat dengan tim honorer,” ujarnya, Senin (20/2).
Ia menyebutkan apabila terdapat pegawai BKD Papua Barat yang bermasalah, silahkan dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru menjabat kepala BKD Papua Barat, dan permasalahan tersebut terjadi di tahun 2018.
“Saya belum tahu, ada oknum pegawai yang terlibat dalam pemalsuan dokumen baik dalam BKD maupun dari luar BKD,” sebutnya.
“Kalau ada yang dipanggil pihak kepolisian itu sah-sah saja,” tambahnya.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Papua Barat segera melakukan pemanggilan terhadap pegawai BKD diduga melakukan pemalsuan dokumen yang dilaporkan oleh tim honorer.
Direskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Novia Jaya mengatakan pihak sudah melayangkan surat pemanggilan 7 orang saksi dari pegawai badan kepegawaian daerah (BKD) Papua Barat.
“Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, dan kami sedang serius tangani itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan pada laporan tersebut, diduga terdapat pemalsuan dokumen terkait ijazah, tanggal lahir dan lainnya yang digunakan untuk masuk dalam honorer.
“Pemeriksaan kita lakukan secara bertahap termasuk memeriksa keterangan dari tenaga honorer,” jelasnya.
Ditanya mengenai pemanggilan Kepala BKD Papua Barat, Ia menerangkan saat ini baru memeriksa 7 orang pegawai BKD terlebih dahulu.
“Saat ini hanya pemanggilan 7 pegawai BKD. Nanti dari 7 orang tersebut akan mengerucut. Namun siapanya nanti hasil penyidikan,” kata Novia.
Ditreskrimum Polda Papua Barat saat ini tengah menjadwalkan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan tersebut nantinya akan naik ke penyidikan.
“Apabila alat bukti sudah cukup kita akan gelar perkara dan naik ke penyidikan,” tandasnya. (bw)














