AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui OPD teknis yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sorong menggarap peningkatan kualitas jalan Kampung Malamay sepanjang 3 kilometer yang telah lama rusak.
Hal tersebut menjadi salah satu prioritas Dinas PUPR di tahun 2023 ini, guna mendukung aktivitas masyarakat Kampung Malamay SP3, Distrik Mayamuk yang banyak bergerak di sektor pertaian.
Malamay sendiri, menjadi salah satu kampung penghasil produk pertanian berkualitas tinggi yang ada di Kabupaten Sorong. Sekitar 500 m² bidang tanah di kampung tersebut ditanami sayur-mayur yang tumbuh sanga subur. Bahkan, Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM bersama jajarannya pun pernah melakukan panen raya hasil pertanian masyarakat Kampung Malamay, pada Januari lalu.
Namun sebelumnya, suburnya lahan pertanian yang ada di Kabupaten Sorong berbanding terbalik dengan akses masuk ke lahan yang dikelola oleh kelompok tani di sana. Kondisi jalan yang rusak parah, berhias lubang dan becek ketika diguyur hujan menjadi penghambat aktivitas masyarakat petani.
“Susah sekali kalau mau pergi dan pulang dari kebun. Apalagi pas musim panen, kadang kita angkut sayur pake motor harus hati-hati betul.
Belum lagi kalau hujan, kadang kita tidak tahu mana jalan yang bagus, karena dari ujung le ujung penuh lubang semua. Padahal ini satu-satunya akses yang selalu dilewati saat pergi dan pulang dari kebun,” ungkap salah seorang warga setempat.
Alasan itulah yang membuat Pj Bupati Sorong melalui Dinas PUPR Kabupaten Sorong, agar permintaan masyarakat dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sorong, Herizet, ST pun sigap untuk segera mengeksekusi jalan Kampung Malamay sesuai petunjuk Pj Bupati Sorong.
“Terhitung sejak awal bulan memang sudah mulai dikerjakan, sesuai dengan arahan Pak Pj Bupati juga. Yang jelas untuk sesuatu yang sifatnya harus disegerakan untuk kepentingan masyarakat, pasti kami upayakan,” ungkap Herizet.
Ditambahkan Herizet, saat ini pengerjaan peningkatan jalan masih berlangsung.
Ditargetkan, pekerjaan akan rampung sebelum akhir bulan Februari ini.
Namun, semua itu tergantung kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca yang bisa menjadi kendala.
“Saat ini sementara dalam proses pengerjaan, semoga selesai sesuai target. Mengingat, belakangan ini cuaca juga tidak menentu. Namun yang jelas, kami senantiasa bekerja semaksimal mungkin,” tandas Herizet. (ayu)















