MANOKWARI – Kejadian gempa bumi yang terjadi di Jayapura pekan lalu berkekuatan 5,4 magnitudo menjadi perhatian penting bagi pemerintah Papua Barat.
Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan saat ini sesar Papua sedang aktif, untuk itu masyarakat diminta waspada.
“Sejak 2 Februari 2023, sesar Papua sudah menunjukkan aktivasinya. Sesar Papua tersebut sehingga terjadi gempa di Jayapura,” ujarnya usai pimpin apel gabungan kesiapsiagaan mengahadapi bencana alam, Kamis (16/2).
Ia menuturkan untuk gempa yang terjadi belakangan ini di Papua Barat tepatnya di Kabupaten Manokwari Selatan sebanyak 3 kali dipicu akibat pergerakan sesar Ransiki dan sesar Tarera Anjura.
“Apel gelar pasukan ini untuk mengantisipasi hal terburuk dari pergerakan sesar Papua dan sesar Ransiki serta sesar Tarera Anjura. Selain itu, kita juga akan antisipasi sesar Sorong,” tuturnya.
Derek menyebutkan guna menghadapi fenomena bencana alam, harus disikapi dengan sungguh-sungguh dan siaga serta waspada.
“Pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan modal utama dalam upaya mengurangi resiko yang timbul dari bencana alam,” sebutnya.
Ia mengibaratkan bencana alam seperti tamu yang tidak diundang yang mana akan terjadi kapan saja.
“Kalau saya ibaratkan seperti tamu tak diundang dan akan terjadi ketika kita tidak siap,” kata Derek.
Ia berharap melalui apel gelar pasukan mampu menyiapkan diri secara maksimal dengan seluruh sumber daya yang dimiliki.
Ia menekankan siapkan seluruhnya yang berkaitan dengan penanggulangan bencana baik sarana prasarana.
“Siapkan satgas inti dan cadangan dimana sewaktu-waktu bisa dikerahkan ke lokasi bencana,” ucap Kepala BPBD Papua Barat.
Tak hanya itu, Ia juga menekankan untuk memetakan dan memantau setiap perkembangan di daerah rawan terjadi bencana.
“Beri imbauan kepada masyarakat di daerah yang berpotensi terkena dampak bencana,” pungkasnya. (bw)
















