• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Minggu, 23 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ribuan Orang Tewas, Gempa Turki Sangat Mematikan!

by admin
7 Februari 2023
in Internasional, Lainnnya
0
Ribuan Orang Tewas, Gempa Turki Sangat Mematikan!

Ngerinya dampak gempa di Turki, bangunan luluh lantak. (REUTERS/MAHMOUD HASSANO)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ANKARA – Lebih dari 3.800 orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah Turki dan Suriah akibat gempa bumi dengan Magnitudo (M) 7,8 yang mengguncang di dekat perbatasan kedua negara awal pekan ini. Mengapa gempa bumi ini bisa sangat mematikan hingga merenggut banyak korban jiwa?
Seperti dilansir AFP yang dikutip dari detikcom, Selasa (7/2/2023), sejumlah pakar dalam penjelasannya menyebut ada kombinasi beberapa faktor yang menjadikan gempa bumi itu sangat mematikan, mulai dari waktu terjadinya gempa, lokasinya, garis patahan yang relatif tenang, dan lemahnya konstruksi bangunan yang hancur akibat gempa. Jumlah korban tewas diperkirakan masih mungkin bertambah dengan rentetan gempa susulan yang mengguncang kedua negara setelah gempa pertama terjadi.

Gempa bumi pada dasarnya bisa memicu kehancuran parah yang sebagian disebabkan oleh kekuatannya yang besar dan karena gempa mengguncang di area-area padat penduduk. Gempa Magnitudo 7,8 yang mengguncang pada Senin (6/2) dini hari tercatat sebagai yang terkuat di Turki sejak tahun 1939 silam.

Berita Terkait

40 Sekolah dan Jajaran Dinkes Meriahkan Karnaval Gerak Jalan Kreasi di Kota Sorong

Puluhan Sekolah dan Jajaran Dinkes Meriahkan Karnaval Gerak Jalan Kreasi di Kota Sorong

18 Agustus 2026
31
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
53

Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmi Buka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center

14 Agustus 2026
8

Peneliti kehormatan pada Survei Geologi Inggris, Roger Musson, menuturkan kepada AFP bahwa alasan lainnya yang membuat gempa itu sangat mematikan adalah waktu terjadinya gempa pada dini hari, atau sekitar pukul 04.17 waktu setempat, yang berarti kebanyakan orang masih tertidur di rumah masing-masing. Musson menilai situasi itu membuat banyak orang ‘terjebak ketika rumah-rumah mereka ambruk’ akibat gempa.

ADVERTISEMENT

Dalam analisisnya, Musson yang juga penulis buku ‘The Million Death Quake’ ini menyebut bahwa konstruksi bangunan di lokasi terdampak gempa ‘tidak benar-benar memadai untuk area yang rawan dilanda gempa bumi besar’. Hal itu mungkin disebabkan oleh fakta bahwa garis patahan Bumi di mana gempa mengguncang relatif tenang beberapa waktu terakhir.

Turki diketahui berada di salah satu zona gempa paling aktif di dunia. Gempa bumi yang terjadi di garis patahan Anatolia Utara yang ada di wilayah Duzce, Turki, menewaskan lebih dari 17.000 orang tahun 1999 lalu. Namun gempa kuat pada Senin (6/2) kemarin terjadi di sisi lain Turki, tepatnya di sepanjang patahan Anatolia Timur. Garis patahan Anatolia Timur tidak pernah dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7 selama dua abad terakhir, yang menurut Musson, itu berarti orang-orang di area itu ‘mengabaikan betapa berbahayanya’ patahan tersebut.

Menurut teori Musson, karena sudah begitu lama sejak gempa besar terakhir terjadi, maka ‘cukup banyak energi’ telah terkumpul. Musson menilai kekuatan gempa-gempa susulan sepanjang Senin (6/2) yang tergolong besar, termasuk yang berkekuatan Magnitudo 7,5, telah mendukung teorinya tersebut.

Dalam analisisnya, Musson menyebut gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 itu ‘nyaris mengulang gempa dahsyat dengan kekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang area yang sama pada 13 Agustus 1822 silam. Musson menyebut gempa tahun 1822 itu memicu ‘kerusakan luar biasa besar, seluruh kota hancur dan korban jiwa mencapai puluhan ribu orang’. Bahkan gempa susulan terus terjadi hingga bulan Juni setahun setelahnya.

Pusat gempa pada Senin (6/2) kemarin relatif dangkal, yakni di kedalaman 17,9 kilometer di dekat kota Gaziantep, Turki, yang dihuni 2 juta orang. Menurut Musson, gempa itu disebabkan oleh lempeng tektonik Arab yang bergerak ke arah utara hingga ‘melewati wilayah Turki’. “Karena itu tidak bisa bergerak dengan mulus, itu menempel. Pelepasan gerakan di sepanjang patahan itulah yang menghasilkan gempa bumi besar seperti yang kita alami hari ini,” ucap Musson pada Senin (6/2) waktu setempat.

Musson juga menekankan bahwa pusat gempa besar seperti itu menjadi kurang penting dibandingkan seberapa jauh retakannya meluas di sepanjang garis patahan — dalam kasus ini, mencapai sekitar 100 kilometer. “Itu berarti di area mana saja dalam jarak 100 kilometer di sepanjang tren patahan, secara efektif berada tepat di atas gempa bumi,” jelasnya.

Pakar vulkanologi pada Universitas Portsmouth Inggris, Carmen Solana, menyatakan bahwa karena gempa tidak bisa diprediksi, maka bangunan-bangunan tahan gempa sangat penting di area-area terdampak. “Infrastruktur yang bertahan sayangnya tidak merata di Turki Selatan dan khususnya Suriah, sehingga menyelamatkan nyawa kini sebagian besar bergantung pada upaya penyelamatan korban,” sebutnya. Menindaklanjuti gempa dahsyat tahun 1999, pemerintah Turki mengesahkan legislasi tahun 2004 yang mewajibkan semua bangunan baru memenuhi standar modern tahan gempa. Presiden Recep Tayyip Erdogan menjadikan konstruksi bangunan kuat sebagai prioritas politik usai gempa menewaskan 114 orang tahun 2020.

Kepala Institut Pengurangan Risiko dan Bencana pada University College London, Joanna Faure Walker, menyerukan Turki untuk memeriksa apakah legislasi itu telah dipatuhi dengan benar sehubungan dengan bencana mematikan terbaru ini. Dia juga menyerukan Ankara untuk mengkaji ulang ‘apakah ada kemungkinan meningkatkan keselamatan bangunan-bangunan tua’. Secara terpisah, pakar vulkanologi pada University College London, Bill McGuire, menyatakan bahwa di Suriah, banyak bangunan sudah diperlemah oleh perang yang berlangsung selama lebih dari satu dekade terakhir’. (nvc/ita/detikcom)

Tags: Gempa DahsyatGempa MematikanGempa TurkiTurki-Suriah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur'an oleh Politikus Swedia

Next Post

Gunakan HP Saat Berkendara Akan Ditilang

Related Posts

40 Sekolah dan Jajaran Dinkes Meriahkan Karnaval Gerak Jalan Kreasi di Kota Sorong
Lainnnya

Puluhan Sekolah dan Jajaran Dinkes Meriahkan Karnaval Gerak Jalan Kreasi di Kota Sorong

18 Agustus 2026
31
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
53
Lainnnya

Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmi Buka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center

14 Agustus 2026
8
DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu
Lainnnya

DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu

4 Agustus 2026
36
Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu
Lainnnya

Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu

30 Juli 2026
44
Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’
Lainnnya

Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’

18 Juli 2026
116
Next Post
Gunakan HP Saat Berkendara Akan Ditilang

Gunakan HP Saat Berkendara Akan Ditilang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

22 Agustus 2026
Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!