SORONG – Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Papua Barat Daya yang digelar di Hotel Aston Sorong, Kamis (26/1) berlangsung sukses.
Gubernur Jawa Timur Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengatakan bahwa dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi itu kemarin menghasilkan transaksi senilai Rp 199 miliar. Terbesar komoditas perikanan senilai Rp 63 miliar.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, M.Si kepada Radar Sorong mengatakan bahwa, secara umum kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Papua Barat Daya (PBD) itu dampaknya sangat besar bagi PBD terutama dalam rangka mendorong kerjasama peningkatan pengembangan usaha dan investasi UMKM yang ada di PBD.”Saya lihat UMKM Jawa Timur dan PBD ini punya potensi pengembangan kedepan yang luar biasa. Ini kalau terus digarap bersama-sama akan menjadi salah satu pengungkit roda ekonomi di PBD. Karena pengembangan UMKM ini tidak lepas dari masalah aspek pemasaran dan sebagainya,” terangnya.
Dikatakan pula bahwa misi dagang dan investasi ini berfokus kepada bagaimana memasarkan produk-produk hasil alam maupun produk-produk hasil industri UMKM masyarakat.”Jadi kami menyambut baik dan kami juga sudah melakukan pertemuan dengan stakeholder pariwisata antara PBD dengan Jatim, kami sudah sepakat antara Pemprov Jatim dan PBD untuk menjalin kerjasama promosi event-event pariwisata secara bersama-sama, karena di Jatim ada banyak event dibuat di daerah selama setahun, kemudian ini jadi pasar yang penting bagi pariwisata. Nah di Raja Ampat dan PBD juga banyak obyek wisata menarik dan ini akan jadi salah satu konsen Asita Jatim dan PBD untuk terus menjalin kerjasama sehingga kedepan akan jadi lebih baik,” terangnya.
Diakui Yusdi bahwa momentum misi dagang di awal tahun ini menjadi salah satu titik dimana kita membangun kerangka ekonomi di PBD.
“Produk-produk dari Jatim secara umum kan memang sudah bagus karena di sana pembinaan UMKM sudah lebih melembaga khususnya dalam desain, kemasan, dan proses produksi sehingga secara umum kualitasnya sudah sangat luar biasa. Ini momentum bagus bagi UMKM PBD khususnya industri kreatif untuk terus berbenah, kita harus belajar banyak bagaimana membuat desain produk yang menarik, wujud kemasannya bagus, produknya bagus, proses produksinya yang bagus, sehingga menghasilkan kualitas produk yang luar biasa, dengan industri rumah tangga tapi hasil yang luar biasa,” terangnya.
Disebutkan Yusdi bahwa Misi Dagang dan Investasi ini langkah maju untuk meningkatkan ekonomi di PBD. “Ibu Gubernur menyampaikan strong collaboration dan strong partnership. Dua kunci ini, yakni kolaborasi dan kerjasama jadi kunci pokok pengembangan UMKM kedepan,” tandasnya.
Sementara itu, Owner Sepatu Kulit Sidoarjo, Nurul Absori, M.Pd mengatakan bahwa, produk yang dibawa ke Sorong kemarin yaitu handbag, sabuk, dompet, sepatu casual pria, dan sepatu pantofel pria.”Alhamdulillah hampir separo lebih yang terjual, paling laku sepatu casual, handbag. Masih ada permintaan juga 30 buah handbag,” ujarnya.
Produk-produk ini home industri dibuat menggunakan tangan dengan tenaga yang memiliki skill. Mereka merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
“Yang cepat bikin sepatu, kalau tas lebih rumit dan teliti karena banyak lekukan. Sehingga produksinya kapasitasnya tidak bisa banyak-banyak,” akunya.
Produk-produk itu dibuat oleh para santri Pesantren Al Badriyah, dipasarkan oleh Esemka.”Ini sudah lama, sejak gubernur sebelumnya, dan nyambung dengan programnya Bu Gubernur Khofifah, yaitu program OPOP (One Product One Pesantren). Bu gubernur juga order 100 buah sepatu casual,” ungkapnya.(akh)













