Bupati Hermus : Dibarengi dengan Penambahan Anggaran
MANOKWARI – Januari 2023, pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah kembali ke kabupaten kota.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan surat keputusan mutasi pegawai.
“Kami bersama BKD dan BKN sedang mengejar SK mutasi pegawai,” ujarnya, Rabu (25/1).
Ia menjelaskan selain dari pemutasian pegawai yang kebanyakan adalah guru, Dinas Pendidikan Papua Barat juga akan merombak bidang-bidang.
“Masih menunggu regulasinya baik perda maupun pergub dalam penyusunan perangkat,” jelasnya.
Pihaknya, lanjut Barnabas hanya menaungi perguruan tinggi, sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah khusus. Terkait dengan penganggaran gaji guru, sudah ada penetapan dari pemerintah pusat yang mana status guru berpindah ke kabupaten kota.
Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan urusan penyelenggaraan pendidikan SMA dan SMK telah menerima penyerahannya. Meski demikian, musti ada penambahan anggaran dalam dana alokasi umum untuk pemerintah Manokwari.
“Saya sudah sampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi bersama Kementerian dalam Negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan berkaitan dengan penyerahan SMA dan SMK maka ada pula penyerahan guru baik ASN, P3K bahkan honorer yang jumlahnya lebih dari 500 orang.
“Sangat berdampak pada beban pembiayaan APBD Manokwari. Maka dari itu harus ada penambahan anggaran dalam formula DAU,” jelasnya.
Ia mengungkapkan jika tidak terjadi penambahan maka pemerintah Manokwari akan mengalami kesulitan dalam pembayaran gaji guru. Untuk itu, ketika penyerahan P3D dari Papua Barat ke Manokwari disertai juga dengan penyerahan pembiayaan. (bw)















