SORONG – Turnamen Tenis Meja Kejuaraan Syaiful Maliki Arief (SMA) Cup 1 yang digelar di Pendopo Ikaswara Kota Sorong pada tanggal 2-4 Desember 2022, dimana PTM Bhineka A berhasil keluar sebagai Juara 1 nomor Beregu putra, sehingga berhak memboyong Piala Bergilir SMA Cup.
Ketua Panitia yang diwakili Sekretaris Panitia, Sjachrul Rudianto, A.Md menyampaikan hasil Kejuaraan SMA Cup 1 sebagai berikut:
Kategori B (Kerukunan / Paguyuban Ikaswara) ada dua nomor yang dipertandingkan. Nomor pertama Tunggal: Juara 1 Anang (Purworejo), Juara 2 M. Zaenal (Purworejo), Juara 3 bersama Tumiran (Aregal/Trenggalek), Jajang (IKLK).
Nomor kedua (kategori Paguyuban/Kerukunan Ikaswara) Ganda : Juara 1 pasangan Tumiran – Subari (Aregal), Juara 2 Anang – M. Zaenal (Purworejo), Juara 3 bersama Rudi-Jajang (IKLK), Sukamtiyana-Iswandi (IKY).
Kategori PTMSI, pertama nomor Beregu, Juara 1 PTM Bhineka A (Kota Sorong), Juara 2 PTM Forester A (Kabupaten Tambrauw), Juara 3 bersama PTM Jupiter (Kota Sorong), PTM Nebulu Polres Sorong (Kabupaten Sorong).
Partai Tunggal Perorangan Kategori PTMSI sebagai Juara Ganda Perorangan yaitu: Juara 1 Aris – Andre (PTM Forester A Kabupaten Tambrauw), Juara 2 Bahar – Randi (PTM Forester A Kabupaten Tambrauw), Juara 3 bersama Ahmad – Zulkifli (PTM Setda Kabupaten Sorong), Doni Pinontoan – Dani (PTM Bhineka A Kota Sorong).
Sekretaris Panitia Kejuaraan Tenis Meja SMA Cup 1, Sjachrul Rudianto menjelaskan bahwa, yang berhak mendapat Piala Bergilir SMA Cup adalah yang menjadi Juara Beregu putra. Ini sudah jadi kesepakatan panitia saat rapat persiapan memutuskan, bahwa yang berhak mendapat Piala Bergilir adalah yang keluar sebagai Juara Beregu putra. Jadi pada turnamen SMA Cup 1 ini tidak ada Juara Umum, karena memang itu hanya 1 kriteria.
“Saya tidak tahu misalnya nanti pada Kejuaraan SMA Cup 2 kemudian nomornya ditambahi bukan hanya Ganda dan Beregu, bisa jadi nanti kriteria yang dapat Piala Bergilir itu adalah yang dapat piala terbanyak. Bisa jadi ada perubahan seperti itu. Tapi untuk kejuaraan SMA Cup 1 ini karena hanya ada 2 nomor untuk kategori PTMSI yaitu Ganda dan Beregu, maka kami tidak mengambil siapa yang mendapat piala terbanyaknya, karena tidak sebanding antara yang Beregu dengan Ganda,” terangnya.
Dijelaskan Sjachrul bahwa sebenarnya kalau untuk Ganda itu lebih kepada personnya/pemainnya, adapun clubnya itu hanya untuk mengidentifikasi asalnya saja. Beda dengan menyebutkan yang Beregu, kalau Beregu bukan disebut personnya, tapi langsung disebut clubnya.
“Tapi kalau sudah ganda karena ini sifatnya perorangan yang disebut sebagai juara bukan clubnya. Kenapa tidak disebutkan clubnya langsung, karena bisa jadi di dalam club itu pecah atau muncul dua ganda. Maka untuk ganda disebut pemainnya, kalau kemudian setelah pemain disebut clubnya atau PTM nya tidak apa-apa,” terangnya.(akh)
















