• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Kamis, 27 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kenapa Umat Harus Membahas Masalah Politik?

by admin
21 Oktober 2022
in Feature
0
Kenapa Umat Harus Membahas Masalah Politik?
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Banyak sekali orang awam yang menganggap bahwa masalah politik adalah masalah yang tidak perlu dan tidak penting untuk di bahas. Bahkan menganggap bahwa masalah politik adalah urusan presiden, menteri, DPR,  pejabat, dan jajaran pemerintahan yang lain. Jadi rakyat kecil, apalagi yang tidak menjabat kekuasaan tertentu, tidak perlu membahas masalah politik.

Cukup mengurusi dirinya sendiri, keluarganya, pekerjaannya, dan hal-hal umum lainnya. Tapi jangan pernah membahas masalah politik yang diluar ranahnya. Apalagi didalam forum-forum pengajian, tidak perlu membahas masalah politik. Cukup membahas tentang masalah aqidah, keimanan, akhlak, dan ibadah magdhah lainnya. Benarkah demikian?

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
73
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
171

Politik dalam Islam

Ketika umat berpikir untuk tidak membahas masalah politik, sejatinya umat tidak menyadari, bahwa masalah politik itu juga berkaitan sangat erat dengan seluruh aspek kehidupan umat.

ADVERTISEMENT

Tarif pembayaran listrik dan air yang setiap waktu selalu naik. Harga BBM dan kebutuhan pokok yang dipermainkan seenaknya sendiri oleh para Kapitalis. Kurikulum pendidikan yang semakin tidak jelas, dengan biaya pendidikan yang semakin mahal. Kriminalitas merajalela. Kerusakan generasi muda. Ketidakadilan hukum yang terjadi di tengah masyarakat. Dan masih banyak lagi masalah yang berkaitan dengan kehidupan rakyat. Semua itu berhubungan erat dengan pengurusan masalah politik di negeri ini.

Di dalam Islam, masalah politik juga diatur. Politik didefinisikan sebagai “ri’ayatul syu’unil ummah”, yaitu mengurusi seluruh urusan umat/rakyat. Tidak dibolehkan negara abai, lalai, bahkan terang-terangan tidak perduli dengan urusan rakyatnya.

Kepala Negara sebagai pemimpin tertinggi dari suatu negara, mempunyai kewajiban untuk menjamin seluruh urusan rakyatnya. Dari masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, keadilan, keamanan, serta masalah-masalah lainnya yang berhubungan dengan hajat hidup rakyat. Jika pemimpin sudah menjalankan kewajibannya dengan baik, maka dia akan menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian; yang mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka.” (HR Muslim)

Jika sampai Kepala Negara tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, dan melalaikan pengurusan terhadap rakyatnya, maka akan menyebabkan rakyat menderita serta terdzalimi. Sudah pasti kelalaiannya tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Ibnu umar r.a berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya, seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tangggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin akan ditanya (diminta pertangggung jawab) dari hal yang dipimpinnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lantas, Apa Tugas Umat?

Sebagai kaum muslimin, serta sebagai rakyat dan warga negara yang baik, sudah seharusnya melakukan muhasabah lil hukam (mengoreksi dan mengingatkan penguasa), ketika pemimpin mulai lalai dan salah dalam mengemban amanah. Apalagi, ketika kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemimpin, ternyata sangat mendzalimi rakyat dan bertentangan dengan syariat Islam.

Ibarat sebuah keluarga, ketika pemimpin keluarga (ayah/suami) melakukan kesalahan, tidak mengurusi dan mendzalimi istri serta anaknya, apakah semua anggota keluarga tersebut harus diam saja dan bersabar ketika diperlakukan demikian? Apalagi, ketika pemimpin keluarga sudah mengajak bermaksiat kepada Allah. Tentu saja anggota keluarga tidak boleh cuma berdiam diri.

Diamnya anggota keluarga, justru menandakan bahwa mereka tidak mencintai ayah/suaminya. Karna dengan berdiam diri, justru akan membiarkan mereka melangkah ke dasar neraka tanpa diingatkan kesalahannya. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.At-Tahrim:6)

Begitu juga terhadap pemimpin di negeri ini. Merupakan kewajiban rakyat dan kaum muslimin, untuk mengingatkan dan mengoreksi ketika pemimpin salah dan tidak tepat dalam membuat kebijakan. Dakwah amar ma’ruf nahyi mungkar tidak hanya ditujukan kepada individu, tapi juga harus ditujukan kepada pemimpin yang melakukan kesalahan dalam kepemimpinannya.

Dari Abu Said Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jihad yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang adil di depan penguasa atau pemimpin yang dzalim.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Apalagi, jika sampai seorang pemimpin “menyengaja” tidak mau mengurusi rakyatnya dan berbuat dzalim kepadanya. Bahkan memerintahkan rakyatnya untuk tidak taat kepada hukum-hukum Allah SWT, tentulah dosanya akan sangat besar sekali.

Dari Abu Sa’id ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan yang paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang dzalim.” (HR. Tirmidzi)

Khatimah

Seorang muslim tidak boleh abai dalam masalah politik. Juga tidak boleh menganggap bahwa masalah politik sebagai sesuatu yang tidak penting untuk dibahas. Karena, sejatinya masalah politik adalah pengaturan seluruh urusan umat. Dan ini adalah sesuatu yang diatur oleh syariat Islam. Kelak, umat akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT jika sampai mengabaikan masalah ini.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenag Kota Lepas Keberangkatan Jemaah Umroh PT Media Wisata

Next Post

Berkunjung ke Sekolah Cinta Kasih (SCK) di Kompleks Vihara Budha Boswesen

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
73
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
171
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Berkunjung ke  Sekolah Cinta Kasih (SCK) di Kompleks Vihara Budha Boswesen

Berkunjung ke Sekolah Cinta Kasih (SCK) di Kompleks Vihara Budha Boswesen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Bukan KTP Raja Ampat, Harga Tiket Kapal Cepat Sorong-Waisai (PP) Naik jadi Rp 175.000/Orang

Bukan KTP Raja Ampat, Harga Tiket Kapal Cepat Sorong-Waisai (PP) Naik jadi Rp 175.000/Orang

26 Agustus 2026
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

26 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!